Makassar, zona redaksi.id– Komunitas BTN Taspen Makassar menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat di TK Aisyah Cendekia, Jalan Buakana, Makassar, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri puluhan pensiunan BTN Taspen Makassar yang mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai. Mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Kehidupan Sehari-hari”, kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga ajang mempererat silaturahmi dan kebersamaan antaranggota komunitas.
Peringatan Maulid Nabi turut dirangkaikan dengan lomba menghafal surah-surah pendek bagi anak-anak dan remaja. Peserta dibagi dalam beberapa kategori, yakni tingkat TK, SD, dan SMP. Panitia juga menyiapkan hadiah menarik bagi para peserta.
Selain itu, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan agenda rutin Komunitas BTN Taspen Makassar berupa arisan. Agenda ini menjadi salah satu sarana untuk menjaga komunikasi sekaligus memperkuat hubungan kekeluargaan di antara para anggota.
Ketua Panitia, Andi Marzuki, mengapresiasi antusiasme dan kekompakan seluruh anggota yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Apresiasi terhadap seluruh anggota, kebersamaannya dan kekompakannya bagus sekali. Mudah-mudahan di tahun depan kita bisa lebih tingkatkan lagi acara seperti ini,” kata Andi Marzuki pada sela-sela acara, siang tadi.
Menurutnya, kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi menjadi bagian penting dalam menjaga kekeluargaan di tengah para anggota komunitas.
Sementara itu, Humas Komunitas BTN Taspen Makassar, Badaruddin, mengatakan kegiatan Maulid Nabi sengaja dirancang tidak hanya sebagai peringatan hari besar keagamaan, tetapi juga sebagai ruang untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota.
“Selain peringatan Maulid Nabi, kegiatan ini dirangkaikan dengan lomba menghafal surah pendek bagi remaja dan anak-anak kategori TK, SD dan SMP,” ujar Badaruddin yang juga pensiunan ASN Pemprov Sulsel tersebut.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan arisan yang merupakan agenda rutin Komunitas BTN Taspen.
“Ini untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antaranggota dan untuk hadiah lomba kami siapkan hadiah yang menarik bagi anak-anak peserta lomba,” ungkapnya.
Pada kegiatan tersebut, tausiyah disampaikan Ustaz Prof. Dr. KH. Ruslan Wahad, MA. Dalam ceramahnya, ia mengajak peserta menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hal pengendalian diri.
Ruslan mengingatkan agar umat Islam tidak memandang remeh kegiatan keagamaan, termasuk peringatan Maulid Nabi. Menurutnya, seseorang yang mengikuti majelis dengan tenang, khusyuk, dan penuh keikhlasan menunjukkan penghargaan terhadap kemuliaan acara tersebut.
Ia juga mengajak jamaah memahami Rasulullah SAW bukan sekadar sebagai manusia biasa, tetapi sebagai nabi yang menerima wahyu dari Allah SWT.
Menurut Ruslan, salah satu hal penting yang dapat dipelajari dari ajaran Rasulullah adalah kemampuan melihat kebenaran, termasuk ketika kenyataan tersebut tidak sesuai dengan keinginan pribadi.
Ia menjelaskan, manusia kerap hanya menganggap sesuatu sebagai kebenaran ketika hal tersebut sejalan dengan keinginannya. Sebaliknya, sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak pribadi cenderung dianggap salah.
“Manusia hanya mampu melihat kebenaran itu kalau hal-hal itu sejalan dengan keinginannya. Ketika tidak sejalan dengan keinginannya, dikatakan bukan kebenaran,” jelasnya.
Karena itu, ia mengajak jamaah untuk belajar memiliki hikmah, yakni kemampuan melihat kebenaran di mana pun kebenaran itu berada, baik ketika kenyataan tersebut menyenangkan maupun tidak sesuai dengan harapan.
Dalam tausiyahnya, Ruslan juga mengaitkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan kemampuan seseorang mengendalikan diri dan meninggalkan ego pribadi.
Ia memberikan sejumlah contoh sederhana dalam kehidupan rumah tangga untuk menggambarkan bahwa mencintai seseorang berarti terkadang harus mampu meninggalkan sesuatu yang disukai demi orang yang dicintai.
“Begitukah kita bertuhan? Begitukah kita mengikuti Muhammad? Jangan cuma yang kita senangi. Jangan cuma yang sejalan dengan pikiran kita. Tidak semuanya ajaran Rasulullah sesuai dengan keinginan kita,” tuturnya.
Ruslan kemudian menceritakan kisah Ali bin Abi Thalib untuk menggambarkan pentingnya pengendalian emosi. Dalam kisah tersebut, Ali yang berhadapan dengan seorang Yahudi dalam peperangan sempat marah setelah diludahi lawannya.
Ali kemudian mengurungkan niat membunuh orang tersebut karena menyadari kemarahannya muncul akibat dirinya diludahi, bukan karena membela agama.
Menurut Ruslan, kisah tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan seseorang memisahkan kepentingan pribadi, ego, dan emosi dari tindakan yang dilakukan atas dasar prinsip agama.
“Artinya, seandainya ia membunuh pada saat itu, membunuh karena hanya marah karena diludahi, bukan karena agama,” jelasnya.
Melalui peringatan Maulid Nabi tersebut, para anggota Komunitas BTN Taspen Makassar diharapkan tidak hanya mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga mampu menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu kemudian ditutup dengan doa, foto bersama dan rangkaian acara komunitas serta kebersamaan para anggota. (*)
![]()















