banner 1080x600

Gelar Raker 2026, MES Sulsel Perkuat Sinergi Membangun Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan

banner 120x600

Makassar,zona redaksi.id, Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah serta Industri Halal di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Makassar, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Memperkuat Sinergi Menuju Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Berkelanjutan melalui Literasi Keuangan Syariah, Implementasi Wajib Halal 2026, dan Penguatan Peran Masyarakat Ekonomi Syariah.”

Tema tersebut menjadi pijakan dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, regulator, akademisi, industri jasa keuangan syariah, pelaku usaha, organisasi profesi, serta berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Sulsel.

Selain menjadi agenda konsolidasi organisasi, Raker juga menjadi forum strategis bagi Pengurus Wilayah MES Sulsel dalam menyusun arah kebijakan, program kerja, dan langkah-langkah strategis organisasi untuk mendukung percepatan pembangunan ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.

Acara dibuka oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, yang menyampaikan arah kebijakan Pemprov Sulsel dalam mendorong percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, sebagai salah satu pilar pembangunan daerah.

Dalam arahannya, Gubernur Andi Sudirman menegaskan, literasi ekonomi dan keuangan syariah harus terus digaungkan hingga menjadi kebutuhan masyarakat. Karena itu, pengurus MES didorong menyusun program-program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan berani menghadirkan inovasi.

“Literasi keuangan syariah harus menjadi kebutuhan. Buatlah program sesuai kebutuhan masyarakat. Jangan takut membuat program yang belum pernah ada contoh sebelumnya (inovasi),” katanya.

Menurut Andi Sudirman, sektor pembiayaan dan transaksi syariah masih perlu terus diperkuat melalui peningkatan literasi masyarakat. Di sisi lain, besarnya nilai transaksi produk halal di pasar global harus mampu dimanfaatkan oleh pelaku usaha di Sulsel. Meski demikian, edukasi mengenai ekonomi syariah harus dilakukan secara persuasif tanpa memaksakan pilihan kepada masyarakat.

Ketua Umum Pengurus Wilayah MES Sulawesi Selatan, Nurhayati Azis, mengatakan, seminar nasional dan rapat kerja tersebut diharapkan menjadi titik awal memperkuat sinergi seluruh pihak dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan.

“Alhamdulillah, seminar nasional ini kami harapkan menjadi langkah awal untuk bergerak bersama. Kami ingin membangun kolaborasi antara pemerintah, pelaku ekonomi syariah, perbankan syariah, Bank Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan, termasuk organisasi perangkat daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, agar bersama-sama menerapkan dan mengembangkan ekonomi syariah di Sulawesi Selatan secara berkelanjutan,” katanya.

Nurhayati menilai potensi pengembangan ekonomi syariah di Sulsel sangat besar. Namun, potensi tersebut hanya dapat diwujudkan melalui sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, regulator, akademisi, dunia usaha hingga masyarakat.

Ia juga menilai perhatian Pemprov Sulsel terhadap pengembangan ekonomi syariah menjadi modal penting untuk mempercepat pertumbuhan sektor tersebut. Karena itu, MES Sulsel akan mengambil peran melalui peningkatan literasi dan edukasi kepada masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan.

“MES hadir sebagai wadah kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, regulator, akademisi, pelaku usaha, lembaga keuangan syariah, dan masyarakat. Sinergi inilah yang menjadi kunci dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan demi mendorong kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan daya saing daerah,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan literasi ekonomi syariah, lanjut Nurhayati, MES akan memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi, sekolah-sekolah, organisasi perempuan, organisasi keagamaan, serta berbagai komunitas.

Seluruh departemen di lingkungan MES Sulsel, termasuk Departemen Perbankan Syariah, akan menjalankan program sesuai bidang masing-masing secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi ekonomi dan keuangan syariah yang sangat besar. Namun, tantangan utama yang masih dihadapi adalah rendahnya tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah.

Mengacu pada Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan, tingkat literasi keuangan nasional telah berada di atas 80%. Namun khusus literasi keuangan syariah baru mencapai sekitar 43%. Adapun tingkat inklusi keuangan syariah atau masyarakat yang telah menggunakan produk dan layanan keuangan syariah masih sekitar 13%.

“Padahal mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” terangnya.

Muchlasin menjelaskan bahwa Indonesia menerapkan dual financial system, sehingga masyarakat memiliki pilihan menggunakan layanan keuangan konvensional maupun syariah sesuai kebutuhan dan keyakinannya. Menurutnya, OJK bersama pemerintah akan terus memperkuat edukasi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah.

“Kami masih memiliki komitmen besar untuk terus meningkatkan edukasi keuangan syariah kepada masyarakat. Bersama seluruh pemangku kepentingan, kami akan memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah agar masyarakat semakin memahami sekaligus memanfaatkan produk dan layanan keuangan syariah,” katanya.

Ketua Panitia, Abd. Azis Bennu, mengatakan, penyelenggaraan Raker merupakan langkah awal memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun program-program strategis, yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Sulsel.

“Melalui rapat kerja ini kami berharap seluruh pengurus dapat menyusun program yang terukur, kolaboratif, dan berdampak, sehingga MES semakin berperan sebagai mitra strategis pemerintah, regulator, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi syariah di Sulawesi Selatan,” imbuh Azis Bennu.

Senada dengan itu, Sekretaris Panitia, Safri Haliding, menjelaskan, selain menjadi forum penyusunan program kerja organisasi, kegiatan tersebut juga dirancang sebagai ruang membangun sinergi antarpemangku kepentingan melalui seminar yang menghadirkan regulator, akademisi, organisasi profesi, industri jasa keuangan syariah, dan lembaga pemerintah.

Melalui penyelenggaraan Raker dan Seminar Nasional tersebut, Pengurus Wilayah MES Sulsel berharap, lahir berbagai rekomendasi dan program prioritas yang mampu memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Sulsel, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap agenda pembangunan ekonomi syariah nasional.

Loading

banner 1600x399

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *