Parepare,zona redaksi.id— Kabupaten Bone keluar sebagai juara Piala Gubernur Sulawesi Selatan 2026 setelah menaklukkan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) melalui adu penalti pada partai final di Stadion Gelora B.J. Habibie, Kota Parepare, Senin (21/9/2026).
Bone BerAmal FC menang 5-4 dalam adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga waktu normal berakhir. Hasil tersebut sekaligus mengantarkan Bone merebut gelar dari Sidrap yang merupakan juara bertahan.
Pertandingan berlangsung ketat. Bone unggul lebih dahulu melalui gol Zaenal Basri pada menit ke-50. Sidrap kemudian menyamakan kedudukan lewat Anugerah Mundo pada menit ke-64.
Bone harus bermain dengan 10 pemain sejak pertengahan babak pertama setelah Hamsah Ramadhan menerima kartu merah di menit ke-31. Sidrap juga kehilangan satu pemain, Al Ashari Tamil pada menit ke-90 setelah mendapat kartu merah. Dengan demikian, kedua tim sama-sama bermain dengan 10 pemain hingga pertandingan berakhir.
Pelatih Bone BerAmal FC, Andi Burhan, mengatakan ketenangan dan motivasi pemain menjadi kunci timnya mampu mengatasi tekanan sepanjang pertandingan, terutama setelah harus bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit.
“Alhamdulillah kami sangat bangga bisa mengalahkan juara bertahan,” sebutnya.
Menurut Burhan, kemenangan tersebut tidak lepas dari motivasi pemain serta strategi yang diterapkan untuk meredam permainan Sidrap.
“Berkat motivasi anak-anak dan memang secara permainan kami bisa melawan Sidrap, tim Sidrap bagus, cuma kami menang di strategi yang kami perankan untuk mengatasi perlawanan mereka,” ucap Andi Burhan.
Ia menambahkan, timnya berupaya menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan dengan memberi perhatian khusus terhadap pola serangan Sidrap dari sisi sayap.
“Kami tidak mau kehilangan fokus, kami tidak mau lengah apalagi wing play Sidrap yang sangat bagus, itu yang kami cover di situ,” lanjut Burhan.
Pencetak gol Bone, Zaenal Basri, mengakui timnya sempat berada dalam tekanan setelah menerima kartu merah.
“Kami jujur tertekan karena kartu merah dari pemain kami. 10 lawan 11 tidaklah mudah bagi Bone karena Sidrap memiliki pemain yang berkualitas. Tapi keberuntungan masih berpihak untuk Kabupaten Bone,” kata Ahmad Senal Basri.
Pada adu penalti, lima eksekutor Bone, yakni Febriansyah, Ri Romario, Muhammad Rivaldi, Muhammad Fahri, dan Ade Adryan Amin, sukses menjalankan tugasnya. Sementara itu, satu dari lima penendang Sidrap gagal mencetak gol setelah tendangannya ditepis kiper Bone, Muhammad Nasrullah.
Atas hasil tersebut, Bone menjadi juara pertama dengan hadiah Rp200 juta. Sidrap sebagai runner-up memperoleh Rp150 juta. Adapun Kabupaten Luwu dan Kabupaten Jeneponto menempati posisi ketiga bersama, masing-masing memperoleh Rp50 juta.
Selain penghargaan bagi tim, panitia memberikan lima penghargaan individu dengan hadiah masing-masing Rp10 juta. Penghargaan Best Player diraih Zulfikar Lutfi dari Sidrap, sedangkan Top Scorer diberikan kepada Arman dari Kabupaten Wajo.
Muhammad Nasrullah dari Bone meraih penghargaan Best Goal Keeper. Penghargaan Best Coach diberikan kepada Gilang dari Kabupaten Jeneponto, sementara penghargaan Best Referee diraih Baslim dari PSSI Sulsel.
Dengan demikian, total hadiah yang disediakan dalam Piala Gubernur Sulsel 2026 mencapai Rp500 juta.
Turnamen ini juga menerapkan teknologi video supporting atau sistem pendukung video yang digunakan untuk membantu meningkatkan kualitas pertandingan. Ketua Panitia Piala Gubernur Sulsel, Erwin Sodding, mengatakan penerapan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan standar pertandingan yang lebih baik dalam kompetisi sepak bola daerah.
“Ini sebenarnya bagian dari ikhtiar kami, niat baik kami untuk menghadirkan kualitas pertandingan yang lebih baik daripada sebelumnya, berbagai angle kamera merekam pertandingan,” kata Erwin Sodding.
Partai final turut dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wali Kota Parepare Tasming Hamid, serta Bupati Bone Andi Asman Sulaiman dan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif.
Wali Kota Parepare Tasming Hamid hadir dalam partai final dan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemprov Sulsel kepada Parepare sebagai tuan rumah.
Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menerima trofi yang diserahkan Gubernur Andi Sudirman. Ia menyebut keberhasilan tersebut sebagai kemenangan masyarakat Bone sekaligus mengapresiasi perjuangan pemain, pelatih, manajer, dan ofisial Bone BerAmal FC.
“Ini kemenangan masyarakat Bone, terima kasih kepada pemain, ofisial, manajemen dan masyarakat Bone yang telah memberikan dukungan. Semoga prestasi ini menjadi awal yang baik untuk kemajuan bola Bone,” ucap Bupati Andi Asman Sulaiman.
Sementara itu, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyampaikan apresiasi atas perjuangan Sidrap United dan menyatakan akan memberikan bonus kepada para pemain meski timnya gagal mempertahankan gelar juara.
“Ini tanda permainan sepakbola di Sulawesi Selatan sudah maju dan tadi permainan dari pemain Sidrap sudah luar biasa. Memang Dewi Fortuna berpihak ke Kabupaten Bone. Materi pemain kami bagus, semangatnya luar biasa dan saya sangat apresiasi. Walau tahun lalu juara, tahun ini runner up kita mensyukuri karena sudah main sangat maksimal, ribuan supporer juga datang,” sebutnya.
“Kami sudah persiapkan bonus sebagai apresiasi kepada para pemain,” pungkasnya.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman berharap Piala Gubernur Sulsel dapat terus menjadi bagian dari pembinaan atlet sekaligus menjadi ruang pencarian bibit sepak bola dari kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Ia juga berharap kompetisi tersebut mendorong para pemain untuk terus berlatih dan membuka peluang bagi lahirnya pemain-pemain yang dapat berkembang ke jenjang profesional.
Andi Sudirman mengajak seluruh peserta dan pencinta sepak bola di Sulawesi Selatan untuk kembali berpartisipasi dalam Piala Gubernur Sulsel pada tahun berikutnya.
Adapun tayangan ulang pertandingan final Piala Gubernur Sulsel 2026 dapat disaksikan melalui kanal YouTube Sulselprov dan TVRI Sulawesi Selatan. (*)
![]()















