banner 1080x600
Berita  

BBM Problem Kita Bersama

Muhammad Idris Leo Ketua Forum Komunikasi Perencana Wilayah & Kota Sulsel.
banner 120x600

Makassar,zona redaksi.id- Dinamika energi global saat ini tengah menghadirkan ujian yang tak mudah. Kenaikan harga minyak dunia, keterbatasan stok pasar internasional, hingga tantangan jalur distribusi yang mengalami stag, ditambah lagi pihak-pihak ataupun oknum-oknum penimbun menciptakan alur tantangan yang tak mudah untuk mengakses BBM bersubsidi yang merambah sampai ke pelosok daerah.

Adanya gejolak geopolitik internasional yang merupakan instability trigger (pemicu stabilitas) energi global menjadi tak menentu berpengaruh langsung ke berbagai negara termasuk ke Indonesia.

Jika dicermati bahwa siklus BBM merupakan sistem yang saling terkait antara satu dengan yang lainnya. Mulai dari faktor ketersediaan stok BBM secara nasional, alokasi kuota BBM ke wikayah/daerah, kuota subsidi publik dan subsidi industri, kelancaran distribusi, hingga ke faktor teknis lainnya seperti daya tampung SPBU-SPBU, jumlah nozzle yang beroperasi/difungsikan disetiap SPBU, jumlah petugas yang melayani disetiap SPBU dan faktor waktu (jumlah jam dan jam buka-tutup) operasional setiap SPBU. Uraian tersebut merupakan mata rantai yang saling mempengaruhi, dimana satu yang tidak fungsional akan berdampak secara luas (domino effect).

Ada kecenderungan bahwa kondisi yang terjadi saat ini adalah salah satu dari siklus tersebut diatas, tidak berjalan normal (kemungkinan faktor stok BBM secara nasional atau faktor distribusi yang tak lancar) ataupun faktor lainnya. Selanjutnya timbul kekhawatiran masyarakat akan kelangkaan BBM dan inilah berdampak langsung terhadap pola konsumsi dan daya beli masyarakat terhadap BMM. Hal ini menjadikan pola konsumsi BBM masyarakat berubah dari membeli BBM sesuai kebutuhan (pola normal sehari-hari) menjadi tidak normal dengan pembelian melonjak yakni membeli BBM sesuai keinginan yang bertujuan untuk menyimpan stok BBM lebih banyak (sebagai cadangan) dan sikap inilah yang seterusnya banyak dilakukan oleh individu-individu masyarakat dan mendorong terjadinya panic buying, seterusnya berlomba-lomba mengantri di SPBU-SPBU. Menciptakan kecenderungan masyarakat ikut ngantri, meskipun sebenarnya stok BBM ditangki kendaraan masih cukup untuk dipakai berhari-hari atau belum pada batas minumun volume tangki kendaraan, tentu makin menambah daftar panjang antrian. Kondisi tersebut juga makin diperparah oleh adanya oknum-oknum individual (tiba-tiba menjadi penjual BBM) secara spontan dan massif ikut mengantri yang bertujuan membeli BBM dalam jumlah hingga puluhan liter untuk dijual diatas harga normal.

Implikas dari situasi tersebut terasa hingga ke denyut nadi perekonomian masyarakat, membawa rangkaian dampak yang tak terhindarkan, mulai dari panjangnya antrean BBM di SPBU, penyesuaian ongkos transportasi, hingga potensi bergeraknya harga bahan pokok. Kondisi ini menyentuh langsung para pejuang garis depan-pengemudi ojek online, sopir angkutan dan truk, nelayan, pelaku UMKM, hingga pengerjaan berbagai proyek-proyek pembangunan pemerintah sendiri (kondisi ini juga berdampak langsung ke Pemerintah Daerah). Tentu ada konsekuensi kerugian waktu tenaga dan materi.

Dalam situasi yang berpotensi mendorong kenaikan inflasi ini, Pemerintah Daerah bersama pihak terkait bergerak sigap berusaha mengurai setiap kendala, bekerja keras melakukan penanganan terbaik guna mengamankan pasokan dan mengawal kelancaran distribusi agar setiap tetes energi BBM dapat sampai ke masyarakat secara adil.

Menyikapi kondisi ini, Gubernur Sulawasi Selatan dan Walikota Makassar tak tinggal diam, mereka sangat responsif melakukan langkah-langkah konkrit meninjau langsung situasi di beberapa SPBU, berinteraksi langsung dengan para masyarakat yang sedang mengantri. Tak sampai disitu kedua Kepala Pemerintahan Daerah ini baik Gubernur Sulawesi Selatan A. Sudirman Sulaiman, maupun Walikota Makassar Munafri Arifuddin, terus intens melakukan pertemuan-pertemuan dengan pihak Pertamina ditingkat lokal/regional untuk berkolaborasi dengan General Manager maupun jajaran Direksi Pertamina, guna mencari solusi tepat dan opsi-opsi solutif terbaik lainnya.

Meskipun sesungguhnya terkait pengelolaan dan pengendalian BBM, Pemerintah Daerah mempunyai batasan kewenangan. Karena terkait kebijakan makro pengelolaan dan pengendalian BBM merupakan kewenangan Pemerintah Pusat (Kementerian terkait), dan oleh Badan Pengatur Hilir Migas (BPHM). Namun demikian intervensi-intervensi dari Pemerintah Daerah ini diharapkan dapat mempengaruhi kebijakan Pemerintah Pusat menyangkut kisruh BBM beberapa hari terakhir ini. Inisiatif dan langkah cepat yang dilakukan (Gubernur Sulsel dan Walikota Makassar) menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan dan Kota Makassar “hadir dan responsif” ditengah-tengah permasalahan masyarakat dalam mengakses BBM.

Di saat yang sama, tentu sangat layak diberi apresiasi yang sangat tinggi bagi masyarakat yang telah merespons kondisi ini dengan ketenangan yang menyejukkan—menunjukkan kesabaran penuh tenggang rasa di setiap antrean yang ada.

Dalam situasi seperti ini diharapkan masyarakat agar tetap bisa bersabar dan menahan diri. Mesin-mesin kendaraan boleh saja memanas, namun hati para pengemudi tetap dingin dan penuh pengertian. Tanpa perlu klakson yang bersahutan atau riak kekesalan, tetap untuk saling menghargai urutan sebagai bentuk tenggang rasa bahwa semua orang saat antri memiliki tujuan yang sama.

Menyadari bahwa tantangan global ini bukan sekadar ujian efisiensi bagi negara, tetapi juga bentuk tenggang rasa, kedewasaan dan kesabaran yang luar biasa bagi masyarakat, Meskipun tak sedikit suara-suara sumbang dan bersifat provokatif dalam merespon situasi ini. Namun lewat saling pengertian yang solid antara kerja keras Pemerintah Daerah dan kesabaran warga, ada keyakinan bahwa situasi ini dapat dilalui dengan baik. Karena sesungguhnya kondisi seperti ini tidak diinginkan oleh siapapun dan bagi Pemerintah Daerah situasi ini berdampak langsung terhadap pelayanan dan produktifitas kerja. Situasi dan kondisi ini adalah problem kita bersama. Karenanya, mari tetap tenang, bersabar menunggu upaya-upaya yang sedang berlangsung oleh Pemerintah Daerah bersama dengan pihak-pihak terkait lainnya. Harapan kita semoga semuanya segera dapat terkendali dan situasi kembali menjadi normal.

Loading

banner 1600x399

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *