Makassar,zona redaksi.id– Inovasi merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, efektif, dan responsif terhadap berbagai tantangan pembangunan.
Di tengah semakin kompleksnya kebutuhan masyarakat dan tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik, pemerintah daerah dituntut tidak hanya mampu melahirkan berbagai inovasi, tetapi juga memiliki sistem yang mampu mengelola seluruh proses inovasi secara terstruktur, terdokumentasi, dan berkelanjutan.
Menjawab kebutuhan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Makassar menghadirkan SIGAP INOVASI, sebuah inovasi digital yang dikembangkan sebagai sistem pengelolaan inovasi daerah untuk mendukung proses inventarisasi, pengusulan, pembinaan, verifikasi, dokumentasi, hingga pelaporan inovasi secara terintegrasi.
Kehadiran SIGAP INOVASI dilatarbelakangi oleh berbagai tantangan yang selama ini dihadapi dalam pengelolaan inovasi daerah. Sebelum sistem ini dikembangkan, proses pendataan inovasi masih dilakukan secara parsial, pengumpulan dokumen pendukung dilakukan melalui berbagai media komunikasi, validasi data membutuhkan waktu yang cukup panjang, serta koordinasi antara perangkat daerah dengan tim verifikator belum memiliki mekanisme yang terstandarisasi.
Kondisi tersebut menyebabkan proses monitoring perkembangan inovasi menjadi kurang optimal dan berpotensi menimbulkan duplikasi data maupun ketidaksesuaian dokumen pendukung.
Melalui SIGAP INOVASI, seluruh tahapan pengelolaan inovasi kini dapat dilakukan dalam satu sistem yang terdokumentasi secara digital. Setiap inovasi memiliki identitas, riwayat perkembangan, dokumen pendukung, status verifikasi, serta rekam jejak pembinaan yang dapat dipantau secara berkelanjutan.
Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi administrasi, tetapi juga memperkuat kualitas tata kelola inovasi di lingkungan Pemerintah Kota Makassar.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Makassar, H. Haidil Adha, S.Sos., M.M., CHRM., menegaskan bahwa budaya inovasi tidak cukup dibangun melalui kompetisi atau penghargaan semata, tetapi harus didukung oleh sistem yang mampu mengelola seluruh siklus inovasi secara berkesinambungan.
“Setiap inovasi yang lahir dari perangkat daerah memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem yang mampu mendokumentasikan, memonitor, mengevaluasi, sekaligus menjadi pusat data inovasi daerah secara berkelanjutan. SIGAP INOVASI menjadi salah satu instrumen penting untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar H. Haidil Adha.
SIGAP INOVASI dirancang dengan pendekatan Innovation Lifecycle Management, yaitu pengelolaan inovasi berdasarkan siklus hidupnya mulai dari tahap pengajuan, pengembangan, pembinaan, verifikasi, implementasi, hingga evaluasi. Setiap tahapan terdokumentasi secara sistematis sehingga memudahkan perangkat daerah dalam mengetahui posisi perkembangan inovasi yang sedang dijalankan.
Melalui sistem ini, setiap perangkat daerah dapat mengelola data inovasinya secara mandiri sesuai kewenangan masing-masing. Informasi mengenai inovasi tidak lagi tersimpan dalam berbagai dokumen yang terpisah, melainkan dihimpun dalam satu basis data yang terstruktur sehingga lebih mudah dipantau, diperbarui, dan dianalisis.
Salah satu keunggulan SIGAP INOVASI adalah kemampuannya dalam mengelola dokumen pendukung inovasi secara digital. Berbagai dokumen administratif, regulasi, dokumentasi kegiatan, hasil implementasi, data dukung, hingga bukti capaian inovasi dapat diunggah dan dikelompokkan sesuai kebutuhan. Dengan demikian, proses verifikasi maupun evaluasi dapat dilakukan secara lebih efektif tanpa harus bergantung pada pengumpulan dokumen secara manual.
Selain itu, sistem ini menyediakan mekanisme monitoring yang memungkinkan tim pengelola melihat perkembangan inovasi berdasarkan status, perangkat daerah, maupun tahapan pelaksanaan. Informasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan strategi pembinaan, memberikan pendampingan, serta mengidentifikasi inovasi yang memerlukan perhatian lebih lanjut agar dapat berkembang secara optimal.
Pengembangan SIGAP INOVASI diprakarsai oleh ANDI GIGATERA HALIL M., S.T., Penata Kelola Sistem Teknologi Informasi Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Makassar, yang bertindak sebagai inovator sekaligus pengembang sistem. Menurutnya, SIGAP INOVASI dibangun untuk mengubah paradigma pengelolaan inovasi dari yang sebelumnya bersifat administratif menjadi sebuah proses yang terdokumentasi, terukur, dan mudah dipantau.
Ia menjelaskan bahwa inovasi daerah tidak hanya membutuhkan kreativitas, tetapi juga memerlukan sistem yang mampu menjaga keberlanjutan setiap inovasi agar tidak berhenti setelah proses penilaian atau kompetisi selesai.
“SIGAP INOVASI kami rancang sebagai sistem yang mampu mendampingi perjalanan sebuah inovasi sejak pertama kali diusulkan hingga memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan pengelolaan yang terdokumentasi secara digital, setiap inovasi memiliki rekam jejak yang jelas sehingga proses pembinaan, evaluasi, dan pengembangannya dapat dilakukan secara lebih efektif,” jelas ANDI GIGATERA HALIL M., S.T.
Dalam proses pengembangannya, SIGAP INOVASI memperoleh dukungan dari Dr. Muhammad Amri Akbar, S.P., M.Si., selaku Ketua Tim Inovasi, yang memberikan arahan strategis agar sistem ini mampu menjawab kebutuhan penguatan ekosistem inovasi daerah sekaligus mendukung peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan berbasis inovasi.
Menurut Dr. Muhammad Amri Akbar, pengelolaan inovasi yang baik harus mampu menghasilkan data yang akurat, terdokumentasi, dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga memudahkan proses evaluasi maupun penyusunan kebijakan di masa mendatang.
“Inovasi yang berkualitas memerlukan tata kelola yang berkualitas pula. Melalui SIGAP INOVASI, setiap proses dapat terdokumentasi secara lebih baik sehingga inovasi tidak hanya menjadi sebuah gagasan, tetapi benar-benar berkembang menjadi solusi yang memberikan dampak nyata bagi organisasi dan masyarakat,” ungkapnya.
Implementasi SIGAP INOVASI memberikan berbagai manfaat strategis bagi Pemerintah Kota Makassar. Sistem ini mempercepat proses pengumpulan data inovasi, meningkatkan kualitas dokumentasi, mempermudah koordinasi antara perangkat daerah dan tim verifikator, memperkuat proses pembinaan, serta menghasilkan basis data inovasi yang dapat dimanfaatkan sebagai referensi dalam penyusunan kebijakan pembangunan berbasis bukti.
Lebih jauh lagi, SIGAP INOVASI mendukung terbangunnya budaya inovasi yang berkelanjutan di lingkungan pemerintah daerah. Setiap perangkat daerah didorong untuk tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga mengelola, mengembangkan, dan mengevaluasinya secara sistematis sehingga manfaat inovasi dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Ke depan, SIGAP INOVASI akan terus dikembangkan melalui penyempurnaan fitur, peningkatan kualitas analisis data, penguatan sistem monitoring, serta pengembangan dashboard yang memberikan gambaran menyeluruh mengenai perkembangan inovasi daerah. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas Pemerintah Kota Makassar dalam membangun ekosistem inovasi yang semakin adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing.
Melalui SIGAP INOVASI, Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk menghadirkan tata kelola inovasi yang lebih modern, terintegrasi, dan berorientasi pada hasil. Inovasi ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam mendorong lahirnya berbagai terobosan yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat daya saing daerah, serta mendukung terwujudnya Kota Makassar sebagai kota yang inovatif dan berkelanjutan.
![]()
















