banner 1080x600
Berita  

Safari Media, Siswa SMA Islam Athirah 1 Makassar Kenali Dunia Penyiaran di TVRI Sulsel

banner 120x600

Makassar,zona redaksi.id— Pengurus OSIS/MPK ARTHAVA SMA Islam Athirah 1 Makassar menggelar Safari Media ke Kantor TVRI Sulawesi Selatan, Selasa (8/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang belajar langsung bagi siswa untuk mengenal dunia broadcasting, jurnalistik, serta proses produksi dan penyiaran televisi.

Safari Media merupakan program kerja Humas ARTHAVA yang dirancang untuk memperluas wawasan siswa melalui pengalaman di lingkungan kerja media. Dalam kunjungan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai dunia penyiaran, tetapi juga melihat proses kerja di balik layar dan mengikuti simulasi produksi.

Ketua Tim Teknik TVRI Sulawesi Selatan, Hamdani Halim, menyambut positif kunjungan tersebut. Ia berharap siswa tidak sekadar mengetahui proses produksi televisi, tetapi juga memahami alasan dan fungsi TVRI sebagai lembaga penyiaran publik.

“Kami sangat positif dengan kedatangan OSIS dan MPK ARTHAVA SMA Islam Athirah. Jangan sampai setelah kunjungan tidak ada yang didapat. Mereka harus tahu mengapa ada TVRI,” kata Hamdani.

Menurutnya, TVRI memiliki peran penting dalam menghadirkan informasi publik di tengah beragamnya sumber informasi yang berkembang saat ini. Sebagai media publik, TVRI tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga memiliki fungsi edukasi, termasuk dalam bidang budaya, agama, dan pengetahuan.

“TVRI adalah satu-satunya televisi yang ada Republik Indonesianya di belakang. Mengapa ada TVRI? Agar informasi yang disampaikan dapat menjadi penyeimbang dari informasi yang tersebar di media-media lain. Hiburan hanya sekitar 25 persen, sementara sebagian besar lainnya diarahkan untuk mengedukasi pemirsa,” jelasnya.

Hamdani juga mendorong siswa yang tertarik menekuni broadcasting untuk mempersiapkan kompetensi sejak dini. Menurutnya, industri penyiaran membutuhkan generasi muda dengan kemampuan komunikasi, teknik, bahasa Inggris, dan wawasan yang luas.

“Kalau ingin menjadi broadcaster, bahasa Inggris harus bagus, teknik harus dikuasai, dan wawasan harus luas. Harapannya, mereka bisa menjadi penerus televisi ke depan,” ujarnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Islam Athirah 1 Makassar, Yusran, menilai Safari Media memberikan pengalaman yang tidak diperoleh siswa hanya melalui pembelajaran di kelas.

“Kegiatan ini sangat bagus karena memberikan banyak pengalaman kepada siswa terkait proses produksi dan penyiaran. Anak-anak juga diberikan simulasi, bukan hanya teori. Ini sangat luar biasa,” kata Yusran.

Menurut Yusran, pengalaman langsung di lingkungan profesional dapat membantu siswa memahami penerapan pengetahuan sekaligus mengenali potensi dan minat mereka pada bidang tertentu.

Hal tersebut dirasakan langsung oleh salah satu siswa, Anindya Puteri Awaluddin. Ia menilai kunjungan ke TVRI memberikan gambaran baru tentang proses kerja media.

“Safari Media ke TVRI Sulawesi Selatan menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan bermanfaat. Kami mendapatkan wawasan mengenai dunia penyiaran, jurnalistik, serta bagaimana sebuah program media diproduksi. Kami juga berkesempatan melihat secara langsung proses kerja di balik layar TVRI,” ujar Anindya.

Ia mengatakan pengalaman tersebut tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi bekal bagi siswa untuk menentukan langkah dan mengembangkan keterampilan di masa depan.

Kegiatan Safari Media diharapkan dapat memperkuat literasi media siswa sekaligus menumbuhkan kemampuan komunikasi, berpikir kritis, kreativitas, dan kesiapan menghadapi perkembangan industri media. Bagi ARTHAVA, pengalaman belajar di TVRI menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang menghubungkan dunia sekolah dengan lingkungan profesional secara nyata.

Loading

banner 1600x399

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *