Makassar, zona redaksi.id– Sekolah Rakyat mencatat 11 prestasi internasional dalam satu tahun penyelenggaraannya.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator berkembangnya potensi siswa dari keluarga kurang mampu melalui akses pendidikan dan pendampingan yang lebih menyeluruh.
Capaian itu disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam peringatan satu tahun penyelenggaraan Sekolah Rakyat di GOR Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tersebut mengusung tema “Satu Indonesia, Sejuta Cita-Cita”.
Selain 11 prestasi internasional, siswa Sekolah Rakyat juga mencatat lebih dari 200 prestasi nasional. Sementara itu, lebih dari 1.100 siswa meraih prestasi di bidang olahraga, seni, dan sains.
Menurut Gus Ipul, capaian tersebut menunjukkan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan ketika mendapatkan ruang belajar dan pendampingan yang memadai.
“Kebanggaan kami sederhana, ketika mereka (siswa) tampil dengan percaya diri, kembali bisa membaca, kembali mengenal bangku sekolah,” kata Gus Ipul.
Peringatan satu tahun Sekolah Rakyat turut diisi penampilan siswa dari berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 741 siswa hadir di Makassar untuk menampilkan beragam kemampuan, mulai dari tarian tradisional, karate, pencak silat, pramuka, baris variasi, drama teatrikal, pembacaan puisi, hingga menyanyikan lagu dan pembacaan teks Sumpah Pemuda.
Di hadapan para peserta, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dibangun dengan gagasan untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Ia menyampaikan bahwa program tersebut berangkat dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar kemiskinan tidak diwariskan kepada anak-anak.
“Kalau bapaknya pemulung, anaknya tidak boleh jadi pemulung. Kalau bapaknya tukang becak, anaknya tidak perlu harus jadi tukang becak,” tegas Gus Ipul mengutip arahan Presiden.
Berbeda dengan sekolah formal yang umumnya menerima siswa melalui proses pendaftaran, Sekolah Rakyat menerapkan sistem penjangkauan. Pendamping sosial mendatangi langsung anak-anak dari keluarga kurang mampu di 497 kabupaten/kota.
Dari proses tersebut, Kemensos menemukan lebih dari 180 ribu anak usia sekolah yang telah bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. Setelah dijangkau, anak-anak menjalani pemeriksaan kesehatan, pemulihan psikologis, matrikulasi, serta pemetaan bakat melalui program Talent DNA.
Dari 11 ribu anak yang telah menjalani pemetaan bakat, hasilnya menunjukkan empat dari sepuluh anak memiliki bakat kuat di bidang sains dan teknologi.
Dalam pelaksanaannya, Sekolah Rakyat didukung hampir 5.000 guru, 7.000 wali asuh, dan lebih dari 2.000 wali asrama. Pendampingan dilakukan melalui tiga aspek utama, yakni fisik yang mencakup gizi dan kesehatan, mental yang berkaitan dengan kepercayaan diri dan karakter, serta akademik.
“Mereka bukan sekedar pendidik dan pengasuh. Mereka adalah ayah dan ibu kedua bagi anak-anak,” ucap Gus Ipul mengapresiasi guru dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat.
Saat ini, Sekolah Rakyat mencakup 100 titik sekolah permanen, dengan 93 titik telah beroperasi dan tujuh lainnya masih dalam proses pembangunan. Selain itu, terdapat 82 Sekolah Rakyat rintisan. Secara keseluruhan, program ini telah menjangkau 44 ribu siswa di 182 titik sekolah.
Kemensos juga menyatakan lulusan Sekolah Rakyat memiliki peluang melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. Dari lulusan tingkat SMA tahun ini, tujuh siswa telah diterima di perguruan tinggi dengan beasiswa penuh, sedangkan lima lainnya mendapatkan pekerjaan sesuai minat dan bakat.
Pendampingan juga menyasar keluarga siswa. Kemensos menyebut seluruh keluarga siswa dipastikan menerima bantuan sosial, lebih dari 10 ribu rumah orang tua siswa telah diperbaiki melalui program bedah rumah, lebih dari 11 ribu orang tua menerima bantuan modal usaha, dan lebih dari 9.000 orang tua mendapatkan layanan rehabilitasi sosial ATENSI.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan kementerian/lembaga yang terlibat dalam pembangunan Sekolah Rakyat. Ia menyatakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan terus mendukung pelaksanaan program tersebut di daerah.
“Maka kami apresiasi, atas nama pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, selaku Gubernur, mengucapkan terima kasih, Kepada Pak Presiden Prabowo Subianto, beserta seluruh jajaran yang telah menginisiasi, melaksanakan program ini, untuk generasi emas kita 2045,” kata Sudirman.
Peringatan satu tahun Sekolah Rakyat di Makassar dihadiri sekitar 7.000 peserta secara langsung, mulai dari siswa, orang tua, kepala sekolah, guru, tenaga pendidik, hingga unsur pendamping sosial. Puluhan ribu peserta lainnya mengikuti kegiatan secara daring dari Sekolah Rakyat dan sentra Kemensos di berbagai wilayah Indonesia.
![]()















