banner 1080x600
Berita  

Khazanah arsip milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tak hanya dimanfaatkan peneliti dari dalam negeri. 

banner 120x600

Makassar,zona redaksi.id- Koleksi dokumen sejarah itu kini juga menjadi rujukan mahasiswa National University of Singapore (NUS) yang tengah meneliti perkembangan Kota Ujung Pandang sejak era kolonial hingga akhir 1980-an.

Ia adalah Bryan Koh Ceng Wee, mahasiswa National University of Singapore (NUS) College yang tengah mengikuti program Global Experience Course (GEx) Sulawesi 2026 melalui Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin.

Dalam kunjungannya, Bryan memilih meneliti arsip bertajuk Seri Rencana Pembangunan Kotamadya Ujung Pandang 1926–1988. Untuk memperoleh data penelitian tersebut, ia secara khusus mendatangi UPT Jasa Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.

Menurut Bryan, instansi tersebut menjadi tempat yang paling tepat untuk memperoleh dokumen sejarah yang dibutuhkan dalam penelitiannya.

Meski mengaku masih memiliki keterbatasan dalam berbahasa Indonesia, Bryan mengatakan hal itu tidak menjadi kendala selama melakukan penelusuran arsip.

Seluruh proses, kata dia, berjalan lancar berkat pendampingan petugas/Arsiparis yang dinilainya sangat kooperatif.

“Meskipun saya masih terkendala berbahasa Indonesia dengan baik, para staf sangat kooperatif membantu dan memandu seluruh proses pencarian arsip,” ujar Bryan.

Ia mengaku terkesan dengan pelayanan yang diberikan petugas/Arsiparis selama berada di kantor UPT Jasa Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel.

Menurutnya, petugas tidak hanya membantu menemukan dokumen yang dibutuhkan, tetapi juga memberikan penjelasan mengenai arsip yang tersedia.

Sebelum kembali ke Singapura, Bryan menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat yang diterimanya selama melakukan penelitian di Sulawesi Selatan.

Kepala UPT Jasa Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Mustaana mengatakan pihaknya terus berupaya menjadikan layanan arsip sebagai pusat rujukan informasi sejarah yang terbuka bagi berbagai kalangan, baik peneliti, mahasiswa, pelajar maupun masyarakat umum.

Menurutnya, arsip tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administrasi, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan yang menyimpan rekam jejak perjalanan sejarah dan pembangunan daerah.

“Kami selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin memanfaatkan arsip sebagai sumber penelitian. Baik mahasiswa, peneliti, akademisi, guru maupun masyarakat umum akan kami layani dengan sebaik-baiknya karena arsip merupakan memori kolektif bangsa yang harus dirawat dan dimanfaatkan untuk kepentingan ilmu pengetahuan,” kata Mustaana.

Ia menilai kunjungan mahasiswa dari National University of Singapore menjadi bukti bahwa koleksi arsip yang dimiliki Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memiliki nilai akademik dan dapat dijadikan referensi penelitian, bahkan bagi kalangan internasional.

Mustaana berharap semakin banyak peneliti, baik dari dalam maupun luar negeri, memanfaatkan layanan kearsipan Sulsel sebagai sumber data yang kredibel untuk berbagai kajian ilmiah.

“Semoga ke depan semakin banyak peneliti yang datang memanfaatkan khazanah arsip Sulawesi Selatan. Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan agar arsip daerah dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan, kajian Keislaman, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan,” tutupnya.

Loading

banner 1600x399

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *