Makassar,zona redaksi.id— Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) menghadiri Rapat Penilaian Materi Pemaparan Lurah Gunung Sari dalam rangka Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi (Lomba Kelurahan) Tingkat Nasional Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Rapat BRIDA pada pukul 13.00 WITA.
Rapat tersebut menjadi bagian dari proses penilaian dan penyempurnaan materi pemaparan Kelurahan Gunung Sari sebelum mengikuti tahapan Lomba Kelurahan Tingkat Nasional Tahun 2026. Dalam kegiatan ini, Lurah Gunung Sari, AHMAD ABUBAKAR, SH, memaparkan berbagai potensi, inovasi, program unggulan, serta capaian pembangunan yang telah dilaksanakan di wilayahnya.
Materi pemaparan tersebut kemudian direview oleh Dr. A. Widya Warsa Syadzwina, SE., M.I.Kom., Arief Wicaksono, S.IP., M.A., dan Dr. (Cand) Dody Agriyanto, S.Sos., M.Si. Review dilakukan untuk memberikan masukan terhadap substansi, penyajian data, serta penguatan narasi inovasi dan program unggulan Kelurahan Gunung Sari.
Dalam materi yang dipaparkan, Kelurahan Gunung Sari menampilkan gambaran umum wilayah, kondisi demografi dan geografis, sarana dan prasarana, serta berbagai kelembagaan masyarakat. Kelurahan Gunung Sari juga tercatat sebagai kelurahan dengan kategori Cepat Berkembang berdasarkan penetapan kategori tingkat perkembangan desa dan kelurahan Tahun 2026.
Salah satu fokus utama yang ditonjolkan adalah inovasi SIMPUL NUSANTARA (Sinergi Masyarakat untuk Penguatan Ketahanan Nasional). Inovasi tersebut dikembangkan dengan pendekatan yang mencakup berbagai aspek ketahanan, mulai dari ketahanan digital, kesehatan, ekonomi, budaya, pangan, lingkungan hingga keamanan.
Pada bidang pemerintahan, Kelurahan Gunung Sari turut memperlihatkan penerapan berbagai sistem digital dan layanan pemerintahan berbasis elektronik, antara lain SIM Kelurahan, website kelurahan, Lontara Plus, SIPABAJI, serta sejumlah sistem informasi pemerintahan lainnya. Penguatan digitalisasi tersebut diarahkan untuk mendukung pelayanan publik yang transparan, akuntabel, terintegrasi, inovatif, dan responsif.
Selain digitalisasi, aspek pelayanan inklusif juga menjadi bagian dari materi pemaparan melalui inovasi Layanan Antar Jemput Berkas yang ditujukan bagi kelompok masyarakat seperti penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil. Layanan tersebut mengedepankan kemudahan akses, pelayanan yang ramah, serta pendekatan yang inklusif dan berkeadilan.
Pada sektor ketahanan pangan, Kelurahan Gunung Sari mengembangkan urban farming berbasis masyarakat melalui pemanfaatan pekarangan rumah, lahan sempit dengan sistem vertikultur, serta lahan-lahan tidur. Program ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.
Sementara pada bidang lingkungan, berbagai upaya pengurangan sampah anorganik dan pengelolaan sampah organik dilakukan melalui kegiatan seperti TEBA, ember tumpuk dan komposter, biopori, bank sampah, daur ulang sampah plastik, edukasi pemilahan sampah, serta kegiatan tukar sampah.
Dalam bidang kesehatan, Kelurahan Gunung Sari juga menampilkan berbagai program penanganan stunting yang melibatkan posyandu, kader kesehatan, Tim Pendamping Keluarga, PKK, relawan stunting, serta pemberian makanan bergizi. Materi pemaparan menunjukkan adanya tren penurunan kasus stunting dari 15 kasus pada 2024, menjadi 12 kasus pada 2025, dan 7 kasus pada 2026.
Di sektor ekonomi, penguatan UMKM dilakukan melalui pengembangan Koperasi Merah Putih, pembinaan keterampilan, pelatihan kewirausahaan, peningkatan kualitas produk, perluasan jaringan pemasaran, pendampingan usaha rumahan, hingga pengembangan produk unggulan masyarakat.
Aspek keamanan dan ketertiban wilayah juga menjadi perhatian melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, serta unsur terkait. Materi yang dipaparkan mencakup penguatan Linmas, shelter warga, komunitas informasi masyarakat, Kadarkum, serta Poskamling sebagai bagian dari upaya mewujudkan kelurahan yang aman, tertib, dan tangguh.
Melalui rapat penilaian ini, diharapkan materi pemaparan Kelurahan Gunung Sari semakin kuat dan mampu menggambarkan secara utuh berbagai inovasi serta praktik baik yang telah dikembangkan bersama masyarakat. Proses review juga menjadi momentum untuk memastikan setiap program dan capaian dapat disampaikan secara sistematis, berbasis data, serta menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.
Kelurahan Gunung Sari sendiri menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan seluruh inovasi dan program unggulan, memperkuat kolaborasi pemerintah dan masyarakat, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. Komitmen tersebut diarahkan untuk mewujudkan kelurahan yang mandiri, tangguh, inklusif, dan berdaya saing secara berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
![]()
















