Makassar, zona redaksi.id— Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kualitas udara dan ancaman kabut asap, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menghadirkan aksi nyata melalui GEMAS (Gerakan Membagikan Masker) dengan menyalurkan ribuan masker kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan lebih terhadap paparan polusi udara.
Aksi ini menjadi wujud kepedulian Pemerintah Kota Makassar dalam melindungi kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana nonalam, termasuk pencemaran udara.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan menjadi perhatian utama dalam upaya edukasi dan perlindungan. Pembagian masker diharapkan membantu mengurangi paparan partikel di udara, meskipun penggunaan masker tetap perlu disertai langkah perlindungan lainnya.
Bukan Sekadar Membagikan Masker, tetapi Melindungi Masyarakat
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H. M. Fadli Tahar, SE., MM., CHt (IACT-USA), CI, CNLP, MMMH, menegaskan bahwa upaya penanggulangan bencana tidak hanya dilakukan ketika bencana telah terjadi, tetapi juga melalui tindakan pencegahan dan perlindungan masyarakat sejak dini.
Melalui GEMAS, BPBD ingin memastikan bahwa kepedulian terhadap keselamatan warga diwujudkan dalam langkah konkret, sederhana, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Perlindungan masyarakat harus menjadi prioritas. Kami tidak ingin menunggu sampai dampak gangguan kualitas udara semakin dirasakan masyarakat. Melalui GEMAS, kami mengajak semua pihak untuk lebih peduli, meningkatkan kewaspadaan, dan bersama-sama melindungi kelompok rentan,” demikian pesan yang sejalan dengan semangat gerakan ini.
Perlindungan Kelompok Rentan Menjadi Prioritas
Paparan polusi udara dan partikel halus dapat menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan dan kelompok sensitif lainnya.
Karena itu, pembagian masker melalui GEMAS perlu berjalan beriringan dengan edukasi kepada masyarakat agar membatasi aktivitas berat di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan serius.
BPBD Kota Makassar juga mendorong penguatan koordinasi lintas sektor dalam penanganan persoalan kualitas udara. Pemantauan meteorologi dan informasi cuaca menjadi bagian penting dalam kewenangan BMKG, sementara pemantauan serta pengendalian pencemaran lingkungan dilaksanakan oleh instansi lingkungan hidup sesuai kewenangannya. Dinas Kesehatan berperan dalam edukasi dan perlindungan kesehatan masyarakat.
Sinergi tersebut diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang tepat, tidak panik, dan dapat mengambil langkah perlindungan yang sesuai.
Gerakan Kecil, Dampak Besar bagi Keselamatan Warga
GEMAS membawa pesan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya tentang evakuasi, penyelamatan, dan penanganan keadaan darurat. Upaya pencegahan, edukasi, serta perlindungan kelompok rentan juga merupakan bagian penting dari tugas kemanusiaan.
BPBD Kota Makassar mengajak seluruh elemen masyarakat, komunitas, dunia usaha, dan perangkat daerah untuk bersama-sama membangun budaya peduli keselamatan dan kesehatan lingkungan.
Karena bagi BPBD Makassar, setiap warga berhak mendapatkan perlindungan. Setiap tindakan pencegahan berarti. Dan keselamatan masyarakat selalu menjadi prioritas.
![]()















