Makassar, zona redaksi.id— Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Pelatihan Wartawan Sulawesi Selatan di Hotel Pullman Bali, tanggal 27–sampai 28 Agustus 2026.
Kegiatan ini dikemas dengan sangat menarik dengan menghadirkan berbagai narasumber yang kompeten dan ahli di bidangnya. Dari sisi substansi ekonomi, BI Sulsel menghadirkan ekonom Sunarsip sebagai narasumber. Ia akan memberikan pemahaman kepada para jurnalis mengenai perkembangan dan posisi ekonomi makro agar pemberitaan ekonomi dapat disajikan secara lebih tajam dan komprehensif.
Selain itu, BI Sulsel menghadirkan Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia, Hery, untuk berbagi pengalaman mengenai strategi komunikasi publik serta cara mengemas isu-isu kebanksentralan dan ekonomi agar lebih mudah dipahami masyarakat.
Dalam Pelatihan Wartawan Sulawesi Selatan di Hotel Pullman Bali seluruh peserta mendapatkan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi terkait persoalan ekonomi saat ini serta bagaimana mengemasnya dalam berita sehingga mudah di pahami oleh masyarakat atau pembaca
Selain mendapatkan materi di hotel pullman kuta Bali, kegiatan berlanjut pada Jumat (28/8/2026) dengan arung jeram atau rafting di Sungai Telaga Waja.
Para jurnalis menyusuri sekitar 16 kilometer aliran sungai dengan kedalaman mencapai 1,5 meter. Perjalanan dari hulu hingga hilir tersebut berlangsung sekitar 2,5 jam, melewati berbagai rintangan yang menguji adrenalin.
Sebelum memulai perjalanan, peserta dibagi dalam kelompok yang masing-masing terdiri dari empat orang dan didampingi seorang pemandu profesional. Setiap kelompok menempati satu perahu karet.
Para peserta terlebih dahulu mendapat arahan mengenai teknik menghadapi berbagai rintangan dan kondisi arus sungai. Ketegangan pun mulai terasa sebelum perahu dilepas mengikuti derasnya aliran Telaga Waja.
Salah seorang wartawan bernama Herul mengaku, selalu tertarik mengikuti kegiatan pelatihan media yang dilakukan oleh BI Sulawesi Selatan, karena banyak ilmu dan pembelajaran yang didapatkan serta mendapatkan pengalaman baru
“Saya sangat selalu antusias kalau BI Sulsel melakukan pelatihan bagi jurnalis, karena pasti selalu ada hal-hal baru yang didapatkan baik ilmu, pelajaran maupun pengalaman yang susah didapatkan di kegiatan lainnya,” ucapnya dengan penuh semangat
Ia juga sangat eksaited bahkan sangat tertantang seperti pada saat kegiatan di derasnya aliran Telaga Waja.
“Awalnya sih ragu-ragu, sedikit takut juga lihat derasnya aliran air telaga waja, tapi setelah turun dan berjalan beberapa menit ternyata asyik dan menantang,” tegas Herul dari Media, Berita.News
Deputi Kepala Divisi BI Sulsel, Lidyawatie Lamakampali mengatakan pada kegiatan ini melibatkan puluhan jurnalis dari berbagai media di Sulawesi Selatan yang aktif melakukan pemberitaan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi antara BI Sulsel dengan insan pers.
Lidyawatie menyampaikan apresiasi kepada seluruh media yang berpartisipasi.
Ia menyebutkan, kegiatan tersebut diikuti jurnalis dari 47 media di Sulawesi Selatan. Menurutnya, kehadiran para jurnalis menjadi bukti kuatnya komitmen dan kolaborasi yang selama ini terjalin antara BI Sulsel dan media.
“Alhamdulillah, kegiatan diikuti oleh rekan-rekan jurnalis yang berasal dari 47 media di Sulawesi Selatan. Kehadiran ini tentunya menjadi bukti nyata kuatnya komitmen dan kolaborasi bersama selama ini,” tambahnya.
Lebih jauh, Lidyawatie mengatakan hubungan BI Sulsel dengan media bukan sekadar hubungan sebagai mitra kerja, tetapi juga telah berkembang menjadi hubungan persahabatan sekaligus kolaborasi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Lewat tulisan dan liputan teman-teman, kebijakan BI serta informasi ekonomi ini bisa sampai ke masyarakat dengan bahasa yang tentunya membumi dan mudah dipahami. Sinergi yang luar biasa ini harus selalu kita rawat dengan baik,”pungkasnya.
Rangkaian kegiatan pelatihan jurnalistik di Bali ditutup dengan kunjungan ke salah satu desa wisata, dimana para wartawan bisa melihat lansung sejarah dan perkembangan budaya dan adat istiadat Bali, kemudian rombongan ke pusat ole-ole yang sudah tekenal yaitu krisna, disana para wartawan tentunya dapat memilih dan membeli berbagai macam cinderamata maupun makanan UMKM khas Bali
![]()















