Makassar,zona redaksi.id– Malam puncak Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards ke-29 tahun 2026 akan digelar pada 4 November 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan.
Mengusung tema “Ruang Nada Nusantara”, ajang penghargaan musik nasional tersebut menghadirkan 67 kategori sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas musisi sekaligus keberagaman musik Indonesia lintas generasi dan genre.
Hal tersebut disampaikan Candra dalam konferensi pers AMI Awards ke-29 di Hotel Claro, Kota Makassar, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha.
Ketua Umum Yayasan Anugerah Musik Indonesia (AMI), Candra Darusman, mengatakan setiap penyelenggaraan AMI Awards selalu menghadirkan kejutan melalui karya-karya baru dan penampilan musisi dari berbagai genre serta generasi.
“Setiap tahun selalu ada kejutan, selalu ada karya baru. Apa yang ditampilkan AMI merupakan bukti kekayaan budaya musik Indonesia yang begitu luar biasa. AMI menjadi ruang apresiasi lintas generasi dan lintas genre,” kata Candra.
Ia menegaskan, musik memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana mempersatukan dan mendorong kemajuan. Karena itu, apresiasi terhadap musisi Indonesia perlu terus diperkuat.
Candra juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Kementerian Kebudayaan, serta pihak swasta yang turut mendukung penyelenggaraan AMI Awards. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan apresiasi terhadap insan musik Tanah Air.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi konsistensi AMI Awards yang telah berlangsung sejak 1997. Menurutnya, penyelenggaraan selama 29 tahun menunjukkan komitmen dalam mendukung perkembangan industri musik Indonesia.
“AMI Awards ini sudah berlangsung selama 29 tahun sejak 1997. Ini merupakan salah satu anugerah musik Indonesia yang besar dan prestisius. Konsistensi penyelenggaraannya menjadi prestasi luar biasa,” ujar Fadli.
Ia mengatakan, Indonesia memiliki kekayaan musik yang berasal dari beragam suku, tradisi, dan daerah. Keragaman tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan musik nasional yang memiliki karakter kuat sekaligus mampu bersaing di tingkat internasional.
Fadli mencontohkan perkembangan musik Indonesia Timur yang semakin dikenal secara nasional. Sejumlah lagu, seperti “Tabola Bale”, menjadi gambaran bagaimana karya dengan karakter lokal dapat diterima oleh masyarakat luas.
Ia juga mengapresiasi hadirnya kategori Pesta Timur dalam AMI Awards sebagai bentuk pengakuan terhadap perkembangan genre musik daerah.
“Ini menunjukkan bahwa genre musik itu dinamis, berkembang mengikuti zaman, dan musik memang universal sehingga mudah diterima masyarakat,” ujarnya.
Menurut Fadli, tantangan berikutnya adalah memperluas jangkauan musik Indonesia ke pasar internasional. Ia menilai keberhasilan musik nasional menjadi tuan rumah di negeri sendiri perlu diikuti upaya agar karya musisi Indonesia semakin dikenal di luar negeri.
“Kalau sekarang musik Indonesia sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri, itu prestasi yang sangat baik. Tantangan berikutnya adalah bagaimana musik Indonesia bisa dinikmati di negara-negara tetangga, bahkan di dunia internasional,” katanya.
Untuk mendukung tujuan tersebut, Kementerian Kebudayaan mendorong pengembangan ekosistem seni melalui Dana Indonesiana dan Manajemen Talenta Nasional. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu para pelaku seni meningkatkan kapasitas serta membuka peluang memperoleh pengakuan internasional.
Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menambahkan, AMI Awards memiliki peran penting sebagai tolok ukur perkembangan industri musik Indonesia. Melalui penghargaan tersebut, perjalanan kreativitas musisi dan perubahan tren musik nasional dapat dilihat dari tahun ke tahun.
“AMI Awards ini sangat penting sebagai tolok ukur. Kita bisa melihat sudah sampai di mana industri musik Indonesia dan bagaimana kreativitas para musisi kita berkembang,” kata Giring.
Ia menilai perkembangan platform digital seperti Spotify dan YouTube membuka peluang bagi musisi Indonesia untuk menjangkau pendengar di berbagai negara. Karena itu, dukungan masyarakat dan media diperlukan untuk memperluas penyebaran karya musik nasional.
Giring juga menegaskan bahwa penentuan nominasi dan pemenang AMI Awards diserahkan kepada Yayasan AMI tanpa campur tangan pemerintah. Menurutnya, independensi tersebut penting untuk menjaga kredibilitas penghargaan.
![]()















