Makassar,zona redaksi.id – Sekretaris Komisi D DPRD Sulsel dari Fraksi PKS, Abdul Rahman, menyatakan penolakannya terhadap kelanjutan proyek Bendung Lalengrie di Kabupaten Bone.
Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi D DPRD Sulsel dari Fraksi PKS, Abdul Rahman, saat melakukan rapat kerja bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi pembangunan dan infrastruktur belum lama ini
Ia menilai proyek bendung dan embung Lalengrie tidak memberikan manfaat yang signifikan dan justru berpotensi menjadi pemborosan anggaran.
“Infonya proyek ini sudah kontrak, tapi kalau dilihat asas manfaatnya, ini program gagal. Saat peresmian ada air, tapi setelah itu kering. Mubazir, membuang anggaran. Jadi lebih baik dihentikan dulu sampai ada hasil kajian ahli,” kata Abdul Rahman.
Menurutnya, Komisi D sepakat agar proyek tersebut ditinjau ulang dan dialihkan ke program lain yang lebih mendesak.
“Kami sudah sepakat untuk dihentikan sementara. Pemerintah jangan melanjutkan dulu sampai ada hasil audit dan kajian yang jelas,” tambahnya.
Abdul Rahman menegaskan, pembangunan harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kalau pemerintah tetap bersikeras melanjutkan proyek yang belum jelas hasil kajiannya, itu di luar tanggung jawab kami di dewan. Rekomendasi resmi dari Komisi D jelas: hentikan sementara sampai ada hasil audit,” tutupnya.
















