Makassar, zona redaksi.id– Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG di wilayahnya hingga saat ini masih dalam kondisi aman. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap bijak dalam penggunaan energi, terutama di tengah situasi global yang dinamis.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman mengatakan langkah antisipasi dan mitigasi tetap diperlukan agar konsumsi energi lebih efisien dan tidak berlebihan.
“Stok BBM dan LPG kita sejauh ini masih aman. Namun, masyarakat tetap perlu melakukan antisipasi dan mitigasi agar bisa menghemat di tengah kondisi saat ini,” ujarnya, Selasa, 7 April 2026.
Menurut Jufri, penghematan energi tidak harus mengorbankan kenyamanan. Ia bahkan menyebut prinsip sederhana yang bisa diterapkan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari, khususnya saat berkendara.
“Tips yang sangat bijak adalah BBM hemat tapi perjalanan tetap nikmat,” katanya.
Ia menjelaskan, penggunaan bahan bakar dapat ditekan dengan cara-cara sederhana, seperti menggunakan jenis BBM yang sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan. Selain itu, gaya berkendara juga berpengaruh besar terhadap konsumsi bahan bakar.
“Membawa kendaraan dengan tenang, tidak perlu kebut-kebutan, itu sangat berpengaruh. Ikuti saja arus jalan, tidak perlu ugal-ugalan,” jelasnya.
Penggunaan pendingin udara (AC) di kendaraan juga disarankan secukupnya. Menurutnya, pengaturan AC yang terlalu dingin dapat meningkatkan konsumsi BBM.
Selain itu, kondisi kendaraan juga perlu diperhatikan, seperti tekanan angin pada ban. Ban yang tidak sesuai standar dapat membuat kendaraan bekerja lebih berat dan berdampak pada konsumsi bahan bakar.
“Tekanan ban harus sesuai. Itu bisa membuat penggunaan BBM lebih hemat secara signifikan,” ujarnya.
Jufri juga mengingatkan agar pengendara tidak membawa beban berlebih yang tidak diperlukan, karena hal tersebut turut memengaruhi efisiensi bahan bakar.
Tak hanya BBM, ia juga membagikan sejumlah tips penggunaan LPG yang lebih efisien untuk kebutuhan rumah tangga. Salah satu yang paling mendasar adalah menjaga kebersihan peralatan memasak.
“Kompor harus rutin dibersihkan. Kalau ada kerak di burner, pembakaran tidak sempurna dan gas jadi boros,” katanya.
Pengaturan api saat memasak juga menjadi faktor penting. Api yang terlalu besar, menurutnya, justru membuat penggunaan gas tidak efisien.
“Atur api sesuai kebutuhan. Kalau terlalu besar, gas banyak terbuang percuma,” jelasnya.
Ia juga menyarankan penggunaan penutup panci saat memasak untuk mempercepat proses pematangan makanan, sehingga konsumsi gas dapat ditekan.
Selain itu, penggunaan regulator berstandar nasional Indonesia (SNI) juga penting untuk memastikan keamanan sekaligus mencegah kebocoran gas.
“Regulator yang baik itu bisa mencegah kebocoran. Jadi lebih aman dan lebih hemat juga,” ujarnya.
Dalam hal peralatan memasak, Jufri merekomendasikan penggunaan bahan stainless steel. Material tersebut dinilai lebih baik dalam menghantarkan panas, sehingga proses memasak menjadi lebih cepat dan efisien.
Dengan berbagai langkah sederhana tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat berkontribusi dalam menjaga stabilitas energi, sekaligus mengurangi potensi pemborosan dalam penggunaan BBM dan LPG.
‘Yang penting itu kesadaran bersama. Hemat energi bukan hanya soal kebutuhan pribadi, tapi juga untuk kepentingan yang lebih luas,” pungkasnya.
















