Makassar, zona redaksi.id – Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulsel, Muhammad Arafah, mengatakan,koleksi yang dipamerkan didalam Museum merupakan kebudayaan bangsa indonesia yang perlu dijaga dan dilestarikan
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulsel, Muhammad Arafah, saat membuka
Workshop Konservasi Koleksi Meseum, Digedung Mulo (19/11/25)
Kadis Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulsel, mengaku, Diindonesia telah banyak berdiri Meseum yang dikelola oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah,lembaga swasta dan perorangan
“Koleksi.yang dipamerkan didalamnya merupakan kebudayaan bangsa Indonesia yang perlu kita jaga dan lestarikan.Sehingga peran Museum menjadi hal yang sangat penting dalam menyelamatkan dan menyimpan benda peninggalan bangsa Indonesia,”ujarnya
Menurutnya, Meseum menjalankan dua fungsi yaitu sebagai tempat pelestarian budaya dan sumber informasi budaya
“Museum didirikan dengan tujuan untuk menciptakan suatu lembaga yang melakukan pelestarian warisan budaya yaitu melestarikan fisik benda dan melestarikan makna yang terkandung didalam benda koleksi berupa nilai dan norma. Museum tidak dapat dipisahkan dari koleksinya. Koleksi Museum merupakan aset bangsa yang menjadi daya tarik bagi masyarakat dalam proses pembelajaran warisan budaya.Maka dari itu koleksi museum perlu mendapatkan perlakukan yang terarah dan terkendali,”kata Arafah
Muhammad Arafah menyebutkan benda yang disimpan sebagai koleksi museum mengandung nilai yang luhur dalam berbagai aspek seperti budaya, sosial, arkeologi, sejarah ilmu pengetahuan dan teknologi serta ekonomi.
“Maka dari itu koleksi museum dapat difungsikan sengaja sarana untuk menyelenggarakan pendidikan dalam suasana rekreasi masyarakat khusunya generasi muda dalam menanamkan nilai luhur budaya dan jati diri bangsa,”sebutnya
Mantan Kadis Perhubungan Sulsel ini menegaskan, seperti yang diketahui bersama kehidupan manusia selalu mengalami pergantian generasi yang menyebabkan adanya sejarah bagi kehidupan manusia itu sendiri
“Mereka meninggalkan hasil karya kepada generasi sesudahnya yang disebut benda kebudayaan. Pergantian generasi dan perkembangannya juga membawa pengaruh perkembangan ilmu dan pengetahuan dan teknologi.”tukasnya
Dia menambahkan,demi menghargai nilai budaya leluhur, maka perlu tindakan untuk menyelamatkan dan mempertahankan benda peninggalan sejarah agar tidak mengalami kerusakan dan memperpanjang usia benda
“Pengetahuan mengenai konsevasi adalah pengetahuan yang lahir sebagai sebuah konsekuensi dari penjajahan manusia dan penyebaran ilmu pengetahuan dan dari nilai informasi yang dikandungnya ,”tambahnya
“Pengetahuan konservasi berkembang pesat seiring dengan budaya penelitian yang menekankan aspek pertanggung jawaban informasi dan ilmu pengetahuan. Dengan adanya kegiatan workshop Konservasi ini, diharapkan dapat memberikan edukasi kepada para pengelola museum se- Sulawesi selatan terkait hal teknis dalam proses konservasi dan perawatan koleksi museum sehingga bisa terus terjaga dan bertahan dari masa ke masa.”pungkasnya
















