banner 1080x600
Berita  

Drama Penyelamatan Ustadz Deni dan Keluarga di Kapal Barcelona V, Wahdah Inspirasi Zakat Hadirkan Kepedulian

Kecelakaan kapal Barcelona V pada Ahad (20/7/2025) menjadi pengalaman penuh haru bagi Ustadz Deni Prasetyo bersama istri, Demi Rilandasari, dan dua anak mereka, Ibrahim dan Maryam.
banner 120x600

Sulawesi Utara,zona redaksi.id- Kecelakaan kapal Barcelona V pada Ahad (20/7/2025) menjadi pengalaman penuh haru bagi Ustadz Deni Prasetyo bersama istri, Demi Rilandasari, dan dua anak mereka, Ibrahim dan Maryam. Dalam perjalanan dari Talaud menuju Manado, kapal yang mereka tumpangi terbakar di tengah laut. Kobaran api dan asap tebal membuat kepanikan tak terhindarkan.

Saat api mulai menyala, Ustadz Deni dengan sigap mencari pelampung. Dua pelampung pertama ia kenakan untuk dirinya dan sang istri, kemudian ia kembali ke dek kapal demi mendapatkan dua pelampung lainnya untuk kedua buah hati mereka. “Keselamatan anak-anak adalah prioritas saya saat itu,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca, saat dikonfirmasi Jumat (25/7/2025).

Namun, situasi genting memaksa mereka mengambil keputusan cepat. Di tengah kepanikan, terjadi perdebatan kecil dengan sang istri yang ingin membawa koper kecil berisi dokumen dan pakaian anak. “Awalnya saya pikir itu tidak perlu. Tapi istri meyakinkan saya bahwa koper itu bisa jadi pegangan anak di air. Alhamdulillah, koper itu benar-benar jadi penyelamat,” kenangnya.

Ustadz Deni melompat lebih dulu ke laut sambil menggendong putrinya yang masih balita, sementara sang istri bersama anak laki-laki mereka, Ibrahim (6 tahun), melompat setelahnya. Arus ombak yang kuat membuat mereka terpisah. Ustadz Deni terbawa menjauh bersama anak perempuannya, sedangkan sang istri dan Ibrahim justru terbawa mendekati kapal.

Selama hampir satu jam, Ustadz Deni terombang-ambing di lautan sambil menolong dua penumpang lain yang berpegangan pada pelampungnya. Nelayan setempat akhirnya datang melakukan evakuasi. “Saat itu saya tak tahu di mana istri dan anak laki-laki saya berada. Saya hanya bisa berdoa agar mereka selamat,” tuturnya.

Setelah drama pencarian dan evakuasi, keluarga kecil ini kembali dipertemukan di Manado pada malam harinya.

“Saat bertemu lagi, kami hanya bisa menangis. Pakaian kami basah, tidak ada lagi yang tersisa. Dua koper besar dan stroller anak hilang di kapal,” ujarnya.

Mendengar kisah pilu ini, Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) bersama tim MWW Sulut langsung memberikan bantuan berupa pakaian ganti dan kebutuhan mendesak lainnya.

“Ini adalah ujian berat, tapi Alhamdulillah ada banyak tangan baik yang menolong kami,” kata Ustadz Deni penuh rasa syukur.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa keselamatan adalah hal terpenting dalam setiap perjalanan. WIZ terus berkomitmen mendampingi para korban dan memastikan mereka mendapat dukungan moral maupun materi di masa pemulihan.

banner 1600x399

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *