banner 1080x600
Berita  

Bupati Takalar Ajak seluruh ASN Untuk Memperkuat Kinerja dan Kompetensi Melalui kegiatan “Leaders Talk”,

banner 120x600

Takalar, zona redaksi.id – Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar untuk memperkuat kinerja dan kompetensi mereka melalui kegiatan “Leaders Talk”, Senin (3/11/2025) di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pejabat eselon II dan III, mulai dari camat, kepala bidang, hingga kepala dinas. Suasana acara berlangsung penuh semangat dan interaktif.

Bupati menyampaikan visi baru terkait peningkatan kinerja birokrasi. Memperkenalkan moto kerja baru bagi jajaran birokrasi Takalar, yaitu: Takalar Cepat. Moto ini mengandung makna yang mendalam, yakni Cepat Berpikir, Cepat Bertindak, dan Cepat Hasilnya.

Daeng Manye menegaskan bahwa moto tersebut bukan sekadar semboyan, melainkan sebuah komitmen kolektif untuk membangun budaya kerja yang tanggap, profesional, dan berorientasi pada hasil.

“Pelayanan yang cepat, tepat, dan profesional harus menjadi budaya kita semua,” ujar Daeng Manye.

Dia menjelaskan bahwa transformasi kinerja ASN di Takalar akan difokuskan pada lima sektor utama, yaitu: pelayanan masyarakat (people), kinerja, efisiensi, etos kerja, dan hasil (result).Menurut Daeng Manye, keberhasilan birokrasi di Takalar sangat bergantung pada kualitas pelayanan serta kecepatan respons terhadap kebutuhan masyarakat.

Bupati juga menekankan pentingnya pelayanan berbasis kompetensi yang terukur. Setiap ASN, kata Daeng Manye, harus mampu menunjukkan kinerja yang akuntabel dan berdampak positif bagi masyarakat.

Harus bisa bekerja dengan efisien, kreatif, dan produktif, khususnya di tengah tantangan fiskal yang kita hadapi,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Takalar harus menghadapi pemangkasan anggaran transfer keuangan daerah sebesar Rp159 miliar.

Selain itu, Pemkab Takalar juga harus membayar utang dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp50 miliar.

Dalam menghadapi situasi tersebut, Daeng Manye meminta ASN untuk lebih kreatif dan inovatif dalam merancang program-program yang efisien namun tetap produktif.

“Keterbatasan anggaran bukanlah alasan untuk menurunkan kinerja. Justru, ini adalah saatnya bagi ASN untuk menunjukkan kemampuan berinovasi,” tambahnya

 

banner 1600x399

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *