banner 1080x600
Berita  

Tiga Bulan Menjabat PLT Dirut PDAM , Hamzah Ahmad Berhasil Atasi Kebocoran dan Tingkatkan Pendapatan

Perumda Air Minum Kota Makassar dibawah Kepemimpinan Pelaksana Tugas (PLT), Direktur Utama PDAM Kota Makassar, Hamzah Ahmad selama tiga bulan terakhir telah berhasil meningkatkan pendapatan yang hinggasat ini mencapai Rp 30 Milyar lebih.
banner 120x600

Makassar, zona redaksi.id- Perumda Air Minum Kota Makassar dibawah Kepemimpinan Pelaksana Tugas (PLT), Direktur Utama PDAM Kota Makassar, Hamzah Ahmad selama tiga bulan terakhir telah berhasil meningkatkan pendapatan yang hingga saat ini mencapai Rp 30 Milyar lebih.

“Kami di Sk kan di akhir bulan April dengan kondisi pendapatan dari bulan Januari Rp 28.889.763.535, februari Rp 28.322.307.981,Maret Rp 25.953.815.405,April Rp 28.379.557.341,mei Rp 28.039.597.616 Juni Rp 28.097.390.301. dan kemudian Juli naik menjadi Rp 30.413.537.617.,”ucap Hamzah saat ditemui dikantor PDAM kota Makassar jalan Ratulangi (8/8/25).

Keberhasilan dalam meningkatkan pendapatan PDAM Kota Makassar tidak lepas dari berbagai terobosan yang dilakukan diantaranya penanganan masalah kebocoran.

” Faktor penyebab peningkatan pendapatan adalah diantaranya dengan penanganan masalah kebocoran dan selam tiga bulan terakhir kami bekerja itu dengan 6 wilayah PDAM maupun kantor pusat sudah menangani 2.266 titik mulai kebocoran pipa induk di kabupaten Gowa yang selama ini menyebabkan kehilangan air sangat tinggi, akibat kebocoran air ini kurang lebih 3.014 masyarakat tidak mendapatkan air,dan tentunya dengan penanganan ini masyarakat akan mendapatkan air bersih secara maksimal dan tentu meningkatkan pendapatan perusahaan,”ujarnya.

“Kedua yang kita lakukan adalah akurasi baca meter yang dilakukan oleh tim baca meter di pelanggan yang selama ini, kondisi menyisakan 200 pelanggaan atau rata-rata tidak melakukan pembacaan meteran dan pelanggan tidak melapor sehingga ada pendapatan yang hilang yang menyebabkan NRW tinggi karena air yang keluar dari instalasi tidak sesuai yang tercatat di meteran sehingga sisanya kehilangan air,”lanjutnya.

Lebih jauh, Hamzah mengaku, telah memberikan sanksi kepada karyawan yang tidak bekera melakukan pembacaan materan.

“Kita berikan sanksi (karyawan) dengan pemotongan satu rumah 10 ribu rupiah yang mereka tidak datangi lakukan pembacaan meteran, jadi kalau 200 rumah tinggal ditambah saja, dia juga tidak berhak dapat uang transportasi,uang makan, serta karirnya di PDAM akan bermasalah,”ucapnya.

Sejauh ini dari 250 orang petugas pembaca meteran hanya satu orang yang melanggar dan telah mendapat sanksi.

“Dari 250 orang tim baca meteran yang turun dilapangan hanya satu orang yang tidak melaksanakan tugas dan peraturan direksi dia dipotong gajinya dan sanksi penurunan status dari 80 persen menjadi tenaga kontrak dan berikan tambahan sanksi di rumahkan selama 6 bulan,”tegas Hamzah Ahmad.

PLT Dirut PDAM Kota Makassar menambahkan pihaknya telah meminta seluruh karyawan baik pimpinan sampai dibawah untuk turun kelapangan untuk melihat dan menyampaikan apa bila ada kebocoran di sekitar rumahnya

“Kami minta seluruh karyawan baik tingkat paling atas sampai bawah dan sampaikan apa bila ada kebocoran, kami paksa teman wilayah untuk turun kelapangan,”Tambahnya

“Kemudian kita ada dukungan pemerintah Jepang kurang lebih ada 16 orang yang diberangkatkan ke jepang untuk belajar dan kemudian ada 200 orang yang dilatih di Makassar,”tutupnya.

banner 1600x399

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *