banner 1080x600
Berita  

Waspada Kabut Asap, Kepala BPBD Makassar Imbau Warga Lindungi Kesehatan dan Kurangi Paparan Polisi Udara 

banner 120x600

Makassar,zona redaksi.id— Masyarakat Kota Makassar diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kabut asap dan penurunan kualitas udara. BPBD Kota Makassar mengingatkan bahwa polusi udara tidak selalu terlihat jelas, tetapi partikel halus yang terkandung di dalamnya dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan dan penyakit jantung.

Berdasarkan informasi kualitas udara BMKG Wilayah IV Makassar yang diperbarui pada 9 Oktober 2026 pukul 10.45 WITA, konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat sebesar 85,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³) dengan kategori TIDAK SEHAT di Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan, Maros.

Data tersebut merupakan hasil pengukuran di Maros, bukan pengukuran langsung yang mewakili seluruh wilayah Kota Makassar. Meski demikian, informasi ini menjadi pengingat bagi masyarakat Makassar dan kawasan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan paparan polusi udara.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H. M. Fadli Tahar, SE., MM., CHt (IACT-USA), CI, CNLP, MMMH, mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan kondisi udara yang memburuk serta mengutamakan langkah pencegahan demi melindungi diri dan keluarga.

“JANGAN TUNGGU SAMPAI SESAK, BARU KITA PEDULI”

Dalam imbauan yang disiapkan untuk publikasi, Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar menekankan pentingnya kewaspadaan sejak dini.

“Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat perlu mengambil langkah perlindungan. Kurangi aktivitas berat di luar ruangan, gunakan masker yang sesuai apabila harus beraktivitas di tengah kondisi berasap, dan berikan perhatian khusus kepada anak-anak, lansia, serta anggota keluarga yang rentan,” demikian draf pesan imbauan Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar.

Menurut BPBD, kesiapsiagaan bukan hanya berkaitan dengan bencana yang menimbulkan kerusakan fisik. Ancaman terhadap kesehatan akibat penurunan kualitas udara juga perlu diantisipasi melalui informasi yang benar, tindakan pencegahan, dan kepedulian bersama.

ASAP KARHUTLA DAN PERGERAKAN ANGIN PERLU DIWASPADAI

Penurunan kualitas udara dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pembakaran terbuka, serta pergerakan angin yang membawa partikel dari wilayah lain.

Dalam pemberitaan mengenai penjelasan BMKG, kondisi angin tertentu berpotensi membawa asap dari Kalimantan menuju Sulawesi Selatan. Pergerakan angin dari arah timur juga dapat memungkinkan asap dari kawasan Papua dan Maluku mencapai wilayah Sulawesi Selatan.

Selain potensi kiriman asap antarwilayah, kebakaran lahan di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan juga dapat menjadi sumber partikulat. Namun, besarnya kontribusi masing-masing sumber terhadap kualitas udara di Kota Makassar perlu dipastikan berdasarkan pemantauan dan analisis resmi instansi berwenang.

Oleh karena itu, BPBD mengimbau masyarakat tidak berspekulasi mengenai asal kabut asap dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

TUJUH LANGKAH PERLINDUNGAN YANG PERLU DILAKUKAN WARGA

Untuk mengurangi risiko paparan polusi udara, BPBD Kota Makassar mengimbau masyarakat melakukan langkah-langkah berikut:

1. Kurangi aktivitas berat di luar ruangan ketika udara berkabut atau kualitas udara dilaporkan memburuk.

2. Gunakan masker N95 atau KN95 yang terpasang rapat apabila harus beraktivitas di luar ruangan dalam kondisi berasap.

3. Lindungi kelompok rentan, terutama anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga dengan riwayat asma, penyakit paru-paru, atau gangguan jantung.

4. Jaga kualitas udara di dalam rumah dengan menutup pintu dan jendela ketika asap berada di luar apabila kondisi udara dalam ruangan lebih baik, serta menghindari sumber asap di dalam rumah.

5. Hindari pembakaran sampah dan pembakaran terbuka, karena dapat memperburuk polusi udara sekaligus meningkatkan risiko kebakaran.

6. Pantau informasi resmi BMKG dan pemerintah mengenai kualitas udara, kondisi cuaca, dan perkembangan potensi kebakaran.

7. Segera cari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas berat, nyeri dada, atau gejala kesehatan yang memburuk.

BPBD juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran terbuka serta melaporkan kejadian kebakaran kepada petugas berwenang.

BPBD: TETAP TENANG, TETAPI JANGAN MENGABAIKAN RISIKO

Informasi yang diberitakan pada 10 Oktober 2026 menyebutkan kualitas udara di Makassar, Maros, Gowa, dan sekitarnya berpotensi berada pada kategori sedang hingga tidak sehat sampai sekitar 13 Oktober 2026, terutama pada pagi hingga menjelang siang. Kondisi aktual dapat berubah mengikuti cuaca, arah angin, dan sumber emisi. Masyarakat diminta memprioritaskan pembaruan terbaru dari BMKG.

BPBD Kota Makassar menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam mengurangi risiko akibat kabut asap. Kesadaran untuk melindungi kelompok rentan, menghindari aktivitas yang menghasilkan asap, dan menyebarkan informasi yang benar merupakan bagian dari kesiapsiagaan bersama.

“Tetap tenang, tingkatkan kewaspadaan, dan jangan menunggu sampai muncul gangguan kesehatan untuk mengambil tindakan pencegahan. Lindungi diri, lindungi keluarga, dan bersama-sama jaga Makassar,” demikian pesan penutup dalam draf imbauan BPBD Kota Makassar.

Melalui imbauan ini, BPBD Kota Makassar mengajak seluruh warga membangun budaya sadar risiko, menjaga lingkungan, dan selalu mengutamakan keselamatan.

BPBD KOTA MAKASSAR

Tangguh. Tanggap. Siaga Bencana.

Sumber informasi: BMKG Wilayah IV Makassar; informasi kualitas udara tanggal 9 Oktober 2026 serta pemberitaan perkembangan kualitas udara pada 10 Oktober 2026.

Catatan redaksi: Data PM2.5 sebesar 85,3 µg/m³ berasal dari Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan, Maros, dan tidak mewakili secara langsung seluruh titik di Kota Makassar.

Loading

banner 1600x399

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *