banner 1080x600
Berita  

Jalan Kajaolalido-Thamrin Jadi Proyek Percontohan Pedestrian Terintegrasi di Pusat Makassar

banner 120x600

Makassar, zona redaksi.id— Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) mulai merevitalisasi kawasan pedestrian di Jalan Kajaolalido dan Jalan MH Thamrin sebagai bagian dari upaya membangun kawasan percontohan integrasi pedestrian di pusat kota.

Revitalisasi tersebut tidak hanya menyasar peremajaan dan peningkatan kualitas trotoar, tetapi juga mencakup penataan utilitas, vegetasi, drainase permukaan, serta penyediaan ruang yang lebih aman dan nyaman bagi pejalan kaki, termasuk kelompok penyandang disabilitas.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Muhammad Amin, mengatakan terdapat dua ruas pedestrian yang direvitalisasi tahun ini dengan total panjang pekerjaan sekitar 652,9 meter.

“Yang kami revitalisasi tahun ini ada dua ruas jalan, yaitu Jalan Kajaolalido dan Jalan MH Thamrin. Panjang pekerjaan di Kajaolalido sekitar 427,9 meter, sedangkan di MH Thamrin sekitar 225 meter,” ujar Amin, kepada awak media, Jumat (25/9/2026).

Menurutnya, proyek tersebut dirancang sebagai salah satu upaya Pemerintah Kota Makassar memperkuat konektivitas kawasan perkotaan sekaligus mengembalikan fungsi pedestrian sebagai ruang publik yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Revitalisasi pedestrian juga diarahkan untuk mendukung integrasi dengan moda transportasi publik sehingga masyarakat memiliki akses berjalan kaki yang lebih baik dari satu titik ke titik lainnya.

Selain itu, desain pedestrian memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, sehingga akses pejalan kaki dapat digunakan secara lebih aman dan inklusif.

Amin menjelaskan, terdapat sejumlah pendekatan teknis yang membedakan pekerjaan revitalisasi pedestrian tahun ini dengan pekerjaan sebelumnya.

Salah satunya penggunaan stamp concrete dan beton berpori (porous concrete).

Penggunaan beton berpori memungkinkan air lebih cepat meresap ke dalam tanah sehingga diharapkan dapat membantu pengelolaan air hujan pada kawasan pedestrian.

“Yang berbeda dari pekerjaan sebelumnya, kami mencoba menggunakan stamp concrete dan beton berpori,” tuturnya.

“Ketika disiram air, air dapat langsung terserap. Ini menjadi salah satu konsep teknis yang kami terapkan tahun ini,” sambung Amin.

Lebih lanjut dijelaskan, konsep tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pedestrian yang tidak hanya berfungsi sebagai jalur pergerakan manusia, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan pengelolaan air di kawasan perkotaan.

Selain membenahi fisik pedestrian, Dinas PU juga melakukan penataan terhadap berbagai utilitas yang berada di sepanjang dua ruas jalan tersebut.

Berdasarkan hasil inventarisasi, terdapat sejumlah aset dan utilitas eksisting yang perlu ditata agar tidak mengganggu fungsi maupun estetika kawasan pedestrian.

“Aset tersebut terdiri dari 8 tiang listrik eksisting, 2 tiang trafo PLN, 10 tiang PJU, serta 62 tiang fiber optik,” ungkapnya.

Khusus tiang fiber optik, Pemerintah Kota Makassar bersama pihak terkait telah melakukan koordinasi untuk mengintegrasikan jaringan ke dalam konsep tiang bersama.

Dari total 62 tiang fiber optik yang ada, nantinya akan ditata menjadi 17 tiang induk atau tiang bersama.

“Untuk fiber optik ada 62 tiang. Kami sudah merapatkan agar nantinya seluruh jaringan fiber optik dapat menggunakan satu tiang bersama. Dari 62 tiang itu akan ditata menjadi 17 tiang,” beber Amin.

Dengan konsep tersebut, satu tiang dapat digunakan secara bersama oleh sejumlah penyedia jaringan fiber optik sehingga tidak lagi terdapat banyak tiang yang berdiri sendiri di sepanjang pedestrian.

“Jadi nanti satu tiang digunakan bersama oleh seluruh penyedia fiber optik. Mereka tidak lagi menggunakan tiang masing-masing,” tambahnya.

Penataan utilitas tersebut diharapkan membuat kawasan pedestrian terlihat lebih tertata, sekaligus memberikan ruang yang lebih optimal bagi pejalan kaki.

Selain itu, lanjut dia, revitalisasi juga menyentuh aspek vegetasi di sepanjang ruas pekerjaan.

Amin mengatakan, berdasarkan hasil inventarisasi dan kajian teknis di lapangan, terdapat sejumlah pohon yang perlu ditata atau ditebang karena berada pada area pekerjaan dan berpotensi mengganggu desain maupun konstruksi pedestrian.

Untuk tahap awal, terdapat sekitar 80 pohon ketapang, 9 pohon mahoni berukuran besar, serta 2 pohon kecil yang masuk dalam penanganan pekerjaan.

“Untuk penebangan pohon itu untuk pertama kisaran 80 pohon. Kemudian ada pohon mahoni besar sembilan pohon dan pohon kecil ada dua,” jelas Amin.

Penanganan vegetasi tersebut, kata dia, menjadi bagian dari penataan kawasan secara menyeluruh agar pembangunan pedestrian dapat berjalan sesuai desain teknis.

Owlh seba itu, pihaknya juga mengarahkan agar penataan vegetasi tetap memperhatikan keberlanjutan ruang terbuka hijau dengan menyiapkan penggantian menggunakan jenis pohon yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi kawasan perkotaan.

“Dengan langkah ini, revitalisasi pedestrian tidak hanya menghasilkan jalur pejalan kaki yang lebih representatif, tetapi juga diharapkan memperkuat fungsi ekologis kawasan melalui penataan vegetasi yang lebih terencana,” tegasnya.

Dia menambahkan, Pemerintah Kota Makassar menempatkan revitalisasi Jalan Kajaolalido dan Jalan MH Thamrin sebagai bagian dari pengembangan kawasan pedestrian yang terintegrasi di pusat kota.

Konsep tersebut mencakup keterhubungan jalur pejalan kaki, akses terhadap transportasi publik, penataan utilitas, ruang hijau, hingga fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Pengembangan kawasan pedestrian juga akan dilakukan secara bertahap pada sejumlah titik lainnya dengan mempertimbangkan kebutuhan dan tingkat aktivitas pejalan kaki.

“Kami berharap penataan dua ruas tersebut dapat menjadi salah satu model awal dalam pengembangan pedestrian yang lebih terintegrasi di kawasan pusat Kota Makassar,” harpanya.

Amin menegaskan, seluruh proses pekerjaan dilakukan melalui koordinasi lintas pihak, termasuk dengan pengelola utilitas dan tim teknis terkait, sehingga berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan dapat ditangani secara bersama.

“Kami sudah turun dan melihat bersama tim, Dinas PU dan tim ahli lainnya. Ada beberapa yang perlu digeser, termasuk tiang trafo, PJU, tiang listrik dan fiber optik,” tutup Amin. (*)

Loading

banner 1600x399

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *