banner 1080x600

Di Penghujung Masa Jabatan, PJ Gubernur Sulsel Ingatkan Target Swasembada Pangan.

Prof Fadjry Djufry berharap, kehadirannya di Sulsel mengawal tim transisi bisa membantu Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel terpilih dalam menjalankan program-programnya, khususnya dalam menyukseskan Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto.
banner 120x600

 

Makassar, zona redaksi.id – Setelah kurang lebih dua bulan memimpin Sulsel, Prof Fadjry Djufry akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Penjabat Gubernur, seiring dengan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel terpilih pada 20 Februari 2025 mendatang.

Prof Fadjry Djufry berharap, kehadirannya di Sulsel mengawal tim transisi bisa membantu Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel terpilih dalam menjalankan program-programnya, khususnya dalam menyukseskan Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto.

Iapun mengingatkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemeriksaan Kesehatan (PKG), dan target swasembada pangan merupakan hal yang wajib dilaksanakan. Meskipun, kondisi keuangan Pemerintah Provinsi Sulsel terbatas akibat adanya efisiensi anggaran.

“Yang terpenting adalah Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto harus dijalankan, seperti Makan Bergizi Gratis, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, dan swasembada pangan itu menjadi wajib dijalankan bersama-sama meskipun dalam kondisi anggaran yang terbatas,” tegas Prof Fadjry Djufry saat Ngopi Bersama Kepala OPD Lingkup Pemprov Sulsel, di Warkop Patala, Jalan Opu Daeng Siradju, Kota Makassar, Selasa, 18 Februari 2025.

Ia mengaku sudah beberapa kali bertemu Andi Sudirman Sulaiman selaku Gubernur Sulsel terpilih untuk menjembatani dan berkomunikasi agar program-program tersebut berjalan dengan baik di Sulsel. Sejauh ini, tim transisi juga sudah bekerja dan apa yang diharapkan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel terpilih telah diakomodir di LKPD.

“Alhamdulillah tim transisi sudah bekerja, dan apa yang menjadi target, apa yang menjadi harapan beliau (Andi Sudirman, red), kita sudah akomodir di LKPD yang ada. Karena anggaran di Pemprov Sulsel maupun di Kabupaten Kota tidak seperti tahun kemarin karena adanya efisiensi anggaran,” jelasnya.

Sementara Plt Kepala Dinas TPHBun Sulsel, Uvan Nurwahidah Shagir mengatakan, selain itu adanya target yang signifikan meningkat menjadi 6.339.302 ton gabah. Sementara di tahun 2023, produksi gabah Sulsel 4.866.386 ton, dan tahun 2024 sebesar 4.792.437 ton.

“Target kita 1,5 juta hektare, padahal luas baku sawah kita cuma 660.638 hektare. Kalau kita dua kali tanam, kan ada 1,2 juta hektare, masih ada 300 hektare kan, dari 300 hektare ini, kan 660.638 hektare ini kan tidak mungkin semua kali dua, karena ada namanya sawah tadah hujan, hujan saja baru bisa ditanami tidak ada irigasinya. Jadi kita ikuti saja targetnya. Jadi kita cari jalan keluarnya,” kata Uvan belum lama ini.

Uvan melanjutkan, dari luas tanam, pihaknya juga menaruh perhatian pada produksi dan serapan beras di pertanian. Dia juga bilang, bekerja sama dengan segala lini, termasuk Polri dan TNI untuk meraih swasembada pangan ini.

“Bareskrim jadi serap gabah kita kerjasama dengan Bareskrim. Jadi TNI kerjasama khusus tanaman padi, Polri jagung dan serap gabah adalah Bareskrim. Jadi jangan sampai pengusaha penggilingan besar tidak menyetor gabah ke Bulog,” ujar Uvan

banner 1600x399

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *