banner 1080x600
Berita  

BRIDA Makassar Terus Matangkan Beragam Inovasi, dari Perpustakaan hingga Layanan Kesehatan

banner 120x600

Makassar, zona redaksi.id— Inovasi di lingkungan Pemerintah Kota Makassar terus bermunculan. Mulai dari layanan perpustakaan, pendidikan, pengelolaan sampah, pelayanan kecamatan, hingga kesehatan masyarakat.

Berbagai inovasi tersebut kembali difasilitasi Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Makassar melalui kegiatan Fasilitasi dan Pembinaan untuk Peningkatan Difusi Inovasi.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, Senin (3/8/2026) dan Selasa (4/8/2026), di Ruang Rapat BRIDA Kota Makassar, Lantai 6 Kantor Wali Kota Makassar.

Masing-masing pengelola inovasi membawa data, dokumen serta bukti pelaksanaan program untuk dibahas dan diperkuat dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini dibagi dalam dua agenda, yakni Difusi Inovasi III pada 3 Agustus dan Difusi Inovasi IV pada 4 Agustus.

Pesertanya cukup beragam. Ada perangkat daerah, kecamatan, puskesmas, sekolah hingga unit pelaksana teknis yang selama ini mengembangkan inovasi sesuai kebutuhan di lapangan.

Menariknya, inovasi yang muncul tidak melulu soal aplikasi atau digitalisasi. Di bidang literasi misalnya, ada DONGKELOR (Dongeng Keliling Online dari Rumah), Kartu Perpustakaan Bisa PeDe, MARIKI (Magang Mandiri Khusus Alumni) ke Perpustakaan, SENTUH PUSTAKA, Dongkel with Mobile Library, hingga Layanan KUSUKA.

Ada juga Ga’de-Ga’de Pustaka: Mini Pustaka Mart (MPM) dan MARKISA (MARiKI Sama-sama membacA).

Dari sektor pendidikan, sejumlah inovasi juga cukup beragam.

Ada JUARA 23, PADI (Pahami Diri), SAHABAT CILIK, SIMPATIK, SELASA MAKAN BARENG (LAMABAR), CAFÉ PANAIK, Lorong Literasi Tamamaung (LOLITA), PANDAI BERCERITA (PANRITA), hingga GESTER (Gerakan Seribu Poster).

Sementara di bidang lingkungan, muncul inovasi seperti LEKO’ SIPAMULA, BERUMI PAGANSA, GEMAS AJA, PESONA, GET UP, MGG (Mamajang Go Green), TALLASA, dan MULIATA.

Persoalan sampah juga menjadi perhatian sejumlah wilayah. Salah satunya melalui APPASIMATA, aplikasi pelayanan retribusi sampah terintegrasi di Kecamatan Tamalate. Ada pula MAPPADECENG Q’, yang mengatur pelaksanaan Car Free Day Panakkukang berbasis QR Code.

Di tingkat kecamatan, inovasi juga berkembang untuk mendukung pelayanan masyarakat. Beberapa di antaranya ABADI (Backup Absensi Pegawai Kecamatan), SIKMA, CAMAT MENYAPA, SI-PANDANG, APPASALLE, WEBSITE KECAMATAN TAMALANREA, serta TIM YUSTISI SAMPAH TERPADU KECAMATAN MARISO (YUSTIS-MA).

Ada juga PEMBINA, yang mendorong pembangunan inklusif dengan partisipasi masyarakat Kecamatan Ujung Tanah, serta DASAWISMA BERGERAK dan BANK PANGAN KELURAHAN PANNAMPU.

Dari sekolah sampai puskesmas Inovasi dari satuan pendidikan juga ikut masuk dalam agenda pembinaan. Di antaranya ManDi BersI DeK, Inovasi SeSaMa, PACARITA, Klinik Numerasi Dasar Literasi (KENDALI), Sahabat Literasi, SPANDAI, LUMER 48, PAKAR, PENTAS KARYA AKHIR, SATGAS RESOPA, dan TALENTA.

Sejumlah inovasi bahkan mulai menyentuh pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, salah satunya PAKAR (Pembelajaran Adaptif dengan Kecerdasan Artifisial). Sementara di bidang kesehatan, inovasi banyak diarahkan pada pelayanan dan pencegahan penyakit.

Ada SI GIGI CERIA, SIGAP ISPA, KARTU SIGAP PROLANIS, SI-Prokes PTM, WUS Peduli IVA, BYE HT MOM, KLINIK KELING, SMART 3M PLUS, HANTU MESRA, Ruang PEKA, hingga SI-PANTAU DM-HT.

Program penanganan stunting dan kesehatan ibu juga mendapat perhatian melalui Lentera Stunting, RESOPA MBG, dan MERONA BUMIL.

Beragam inovasi tersebut merupakan bagian dari dua agenda fasilitasi BRIDA Kota Makassar.

Pada Difusi Inovasi III, inovasi yang difasilitasi antara lain berasal dari Dinas Perpustakaan, satuan pendidikan, Dinas Penataan Ruang, Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Sosial, Satpol PP serta sejumlah kecamatan.

Sedangkan Difusi Inovasi IV mencakup inovasi dari BKPSDMD, BPKAD, unit persampahan, DP3A, satuan pendidikan, Dinas Perhubungan hingga berbagai puskesmas.

BRIDA Kota Makassar tidak ingin inovasi hanya berhenti setelah program dijalankan.

Melalui kegiatan ini, setiap inovasi didorong agar memiliki data dan bukti yang cukup, bisa dikembangkan, serta punya peluang untuk diterapkan lebih luas. Dengan begitu, inovasi yang lahir dari perangkat daerah maupun unit pelayanan tidak sekadar menjadi nama program.

Lebih dari itu, inovasi diharapkan benar-benar menjawab persoalan yang ada di masyarakat.

BRIDA juga melihat kegiatan ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem inovasi di Kota Makassar. Sebab, inovasi tidak hanya lahir dari satu instansi. Sekolah, puskesmas, kecamatan, perangkat daerah hingga unit pelayanan punya ruang yang sama untuk melahirkan cara-cara baru dalam memberikan pelayanan. Semakin banyak inovasi yang tumbuh dan dikembangkan, semakin besar pula peluang menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, adaptif dan sesuai kebutuhan warga.

Di sisi lain, penguatan dan pembuktian inovasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar meningkatkan capaian Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026.

Loading

banner 1600x399

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *