banner 1080x600
Berita  

BRIDA Makassar Inkubasi Puluhan Inovasi, Didominasi dari Sekolah dan Puskesmas

banner 120x600

Makassar,zona redaksi.id— Puluhan inovasi dari sekolah, puskesmas, perangkat daerah hingga pengelola museum mendapat fasilitasi dan pembinaan dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Makassar.

Kegiatan bertajuk Inkubasi dan Pemanfaatan Inovasi itu digelar dua hari, Rabu (5/8/2026) dan Kamis (6/8/2026), di Ruang Rapat BRIDA Kota Makassar, Lantai 6 Kantor Wali Kota Makassar.

Kegiatan ini menjadi bagian dari fasilitasi dan pembinaan penyediaan anggaran riset dan inovasi Tahun 2026.

BRIDA Makassar tidak hanya melihat inovasi dari sisi teknologi. Sejumlah program yang dibina justru lahir dari kebutuhan sehari-hari di sekolah, fasilitas kesehatan, pelayanan publik, hingga pelestarian budaya.

Mulai dari inovasi literasi dan numerasi, penguatan karakter siswa, pengelolaan lingkungan, pelayanan kesehatan, digitalisasi administrasi, hingga pengembangan sistem informasi.

Kepala BRIDA Kota Makassar, Haidil Adha, mengatakan melalui kegiatan ini mendorong agar inovasi yang sudah berjalan tidak berhenti sebatas program atau gagasan.

Setiap inovasi diarahkan memiliki dokumentasi, data dukung, bukti penerapan dan pengembangan yang jelas. Dengan begitu, inovasi bisa terus berjalan dan memberi manfaat yang lebih luas.

“Yang penting bukan hanya inovasinya ada, tetapi juga bagaimana inovasi itu benar-benar diterapkan, terdokumentasi dan memberikan manfaat,” ujarnya. “Ini menjadi semangat utama dalam kegiatan pembinaan tersebut,” tambahnya.

Dari Literasi hingga Pelayanan Kesehatan

Di sektor pendidikan, sejumlah inovasi hadir dengan pendekatan yang cukup beragam. Ada BARRASA atau Bersama Menertibkan Murid Berbasis Angka, RUDALTA (Ruang Adab Lisan dan Perbuatan), hingga CIRCLE (Cinta Literasi Cerita Lebih Seru) dari SMP Negeri 15 Makassar.

Sekolah dasar juga menghadirkan berbagai program, seperti SEMANISKA, SALIMA, MERAMU KUE, QURMA, KEJORA, PINISI, TALENTA, dan PELITA.

Ada pula inovasi yang menyasar persoalan lingkungan sekolah. Misalnya SELEBES atau Sekolah Lingkungan Sehat Bebas Sampah dari SMP Negeri 5 Makassar, GEMBUL atau Gerakan Membawa Tumbler dari SD Inpres Pannampu 3, serta GREBETS atau Gerakan Bersih untuk Toilet Sekolah dari SMP Negeri 27 Makassar.

Sejumlah sekolah juga mengembangkan inovasi yang menggabungkan pembelajaran dengan aktivitas kreatif. Di antaranya PELURU (Pembelajaran Luar Ruang), GEN Z (Gerakan Edukasi dan Zona Belajar), MABBICARA 26, HITAM MANIS, MARKET CLASS, MULIA, hingga MACINNA.

Di bidang kesehatan, inovasi juga cukup banyak bermunculan.

Puskesmas Antang misalnya mengembangkan MERONA BUMIL untuk mencegah risiko anemia pada ibu hamil.

Sementara Puskesmas Bira memiliki SENYUM BIRA dan OPTIMIS RME, Puskesmas Batua dengan TB SMART CARE, Puskesmas Daya dengan GAS TB, serta Puskesmas Jongaya dengan MACCA.

Inovasi lainnya hadir di Puskesmas Karuwisi melalui SI PAHAM STUNTING, Puskesmas Rappokalling dengan sejumlah inovasi seperti SITENSI, SI DARA, dan PASIKOLATA, serta Puskesmas Sudiang Raya dengan SIVA-RME.

Masih ada KOMPAS HIPERTENSI, NADI SEHAT, SAPA TB, SAPA JKN, PATRIOT TB, GERCEP ISPA, Kado Sehat, SIMOZA, hingga PASTI SEHATI.

Museum Juga Berinovasi

Inovasi tidak hanya datang dari sekolah dan puskesmas.

Museum Kota Makassar juga mengembangkan sejumlah inovasi untuk membuat layanan museum lebih menarik dan dekat dengan masyarakat.

Salah satunya The Talking Museum, yang mengubah label koleksi museum menjadi narator digital melalui QR Code.

Ada pula PUNGGAWA MUSEUM, sebuah konsep kunjungan museum berbasis misi, petualangan dan permainan teka-teki.

Kemudian DAENG STORY, yang mengembangkan alur edukasi dan narasi museum dengan pendekatan storytelling.

Dinas Kebudayaan Kota Makassar juga mengembangkan Pelita Museum, ANJAS RI MUSEUM, SI-GADIS BUDAYA, SIMCABUD, serta Komik Cagar Budaya Kota Makassar.

BRIDA Juga Punya Inovasi

Sebagai simpul pembinaan inovasi, BRIDA Kota Makassar juga menjadi salah satu perangkat daerah yang banyak mengembangkan inovasi.

Ada SIGAP INOVASI, SIGAP BRIDA, SIGAP INKUBATORMA atau Inspirasi Kreatif untuk Berbagi Treatment Inovasi Riset Makassar. Bahkan lembaga litbang daerah ini menghadirkan inovasi Online Journal System (OJS) berskala pemerintah daerah bagi para inovator yang ingin menambah kapasitas inovasinya menjadi bahan riset berkelanjutan.

Perangkat daerah lainnya juga ikut menghadirkan inovasi.

Dinas Kesehatan memiliki DIGIBAR, DUTA LAPOR DIARE, dan SIKALA. Dinas Perumahan dan Permukiman mengembangkan RUMAHTA, sedangkan Dinas Pekerjaan Umum menghadirkan Jappama Ri Losari.

Ada pula SIPETARUNG dari Dinas Penataan Ruang, PAJAGA TIBUM dari Satpol PP, SIMODEL YANLIK dari Bagian Organisasi Setda Kota Makassar, serta JDIH Assistant dari Bagian Hukum.

Beragam inovasi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan inovasi di Makassar tidak hanya bertumpu pada satu sektor.

Sekolah mengembangkan inovasi untuk menjawab persoalan pembelajaran dan pembentukan karakter. Puskesmas bergerak di bidang kesehatan masyarakat. Museum mencari cara baru agar layanan kebudayaan lebih menarik. Sementara perangkat daerah mengembangkan berbagai sistem untuk memperbaiki pelayanan dan tata kelola.

BRIDA Makassar pun menjadikan kegiatan inkubasi sebagai ruang bertemu bagi para pengelola inovasi.

Di ruang tersebut, pengelola bisa saling berbagi pengalaman, melihat kekurangan masing-masing inovasi, memperbaiki dokumentasi, sekaligus menyiapkan pengembangan berikutnya.

Bagi BRIDA, inovasi yang baik bukan sekadar memiliki nama yang menarik.Yang lebih penting adalah inovasi tersebut benar-benar dijalankan, punya bukti, dapat diukur, terus dikembangkan dan memberi manfaat bagi masyarakat. “Dengan semakin banyaknya inovasi yang tumbuh dari berbagai lini, BRIDA Makassar berharap budaya inovasi semakin kuat.

Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar meningkatkan kualitas inovasi daerah dan memperkuat capaian Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026,” imbuh Koordinator Inovasi BRIDA Makassar.

Loading

banner 1600x399

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *