banner 1080x600
Berita  

Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar Resmikan Bank Sentra Sampah, Bontoala Siap Perkuat Gerakan Pilah Sampah.

banner 120x600

Makassar,zona redaksi.id– Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, meresmikan peluncuran Bank Sentra Sampah (BSS) Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala, sebagai langkah memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat dari hulu, Selasa (14/7/2026).

Peluncuran ini menjadi tonggak penting karena BSS Gaddong merupakan Bank Sentra Sampah pertama yang hadir di Kecamatan Bontoala.

Dalam arahannya, Melinda mengatakan kehadiran Bank Sentra Sampah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif.

Menurutnya, keberadaan BSS akan memperlancar proses penyaluran sampah dari Bank Sampah Unit (BSU) sehingga aktivitas pengelolaan sampah di tingkat masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

“Selama ini banyak Bank Sampah Unit yang menghadapi kendala karena proses penukaran ke Bank Sampah Pusat belum berjalan maksimal. Dengan hadirnya BSS di Kelurahan Gaddong, kita berharap alur pengelolaan sampah menjadi lebih lancar sehingga semangat masyarakat untuk memilah sampah tetap terjaga,” ujarnya.

Melinda mengapresiasi komitmen Pemerintah Kecamatan Bontoala yang terus mendorong penguatan gerakan pengelolaan sampah di wilayahnya. Ia berharap langkah tersebut dapat segera diikuti seluruh kelurahan di Kecamatan Bontoala.

“Saya mengapresiasi komitmen Pak Camat beserta seluruh lurah yang terus membersamai program ini. Kolaborasi pemerintah kecamatan, kelurahan, RT, RW, hingga masyarakat adalah kunci agar pengelolaan sampah benar-benar menjadi budaya,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ketua PKK Makassar yang juga Ketua Dewan Lingkungan, Melinda menyoroti potensi besar pengelolaan sampah organik di Kecamatan Bontoala yang memiliki tiga pasar tradisional.

Ia meminta pemerintah kecamatan membangun koordinasi dengan Perusahaan Daerah Pasar agar sampah organik dari aktivitas pasar yang ada di wilayah tersebut dapat diolah dan dimanfaatkan, sehingga tidak berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

“Sebagian besar sampah pasar, sekitar 80 hingga 90 persen, merupakan sampah organik. Ini adalah potensi besar yang harus dikelola menjadi kompos, pakan maggot, maupun dimanfaatkan untuk mendukung urban farming,” jelasnya.

Melinda menegaskan visi besar yang ingin diwujudkan adalah menghadirkan minimal satu Bank Sampah Unit dan satu kawasan urban farming di setiap RW.

Menurutnya, konsep tersebut tidak hanya berdampak pada pengurangan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui hasil panen dan pemanfaatan sampah organik.

“Kita ingin setiap RW memiliki Bank Sampah Unit dan Urban Farming. Sampah yang dipilah bisa diolah, hasilnya dimanfaatkan, bahkan panennya dapat menjadi sumber perputaran ekonomi masyarakat. Jadi pengelolaan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga tentang kesejahteraan,” tuturnya.

Meski demikian, Melinda mengingatkan bahwa seluruh program tersebut hanya dapat berhasil apabila dimulai dari perubahan perilaku di tingkat rumah tangga.

“Kuncinya sederhana, mulai dari rumah sendiri, mulai dari diri sendiri. Kalau setiap keluarga sudah terbiasa memilah dan mengelola sampah, maka kita sedang membangun Kota Makassar yang lebih bersih dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Bontoala Fataullah menyampaikan apresiasi atas dukungan Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar dalam mendorong penguatan sistem pengelolaan sampah di wilayahnya.

Ia menjelaskan Kecamatan Bontoala yang terdiri atas 12 kelurahan, 56 RW, dan 240 RT telah memiliki sekitar 20 Bank Sampah Unit, ditambah Bank Sampah Unit yang dikelola TP PKK di tingkat kecamatan dan kelurahan. Seluruhnya aktif menjalankan kegiatan edukasi dan pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.

Selain itu, berbagai inovasi seperti Teba Modern, budidaya maggot, biopori, pembuatan eco-enzyme, hingga urban farming juga telah berkembang di sejumlah kelurahan.

“Hari ini kami melaunching Bank Sentra Sampah di Kelurahan Gaddong. Ke depan, kelurahan-kelurahan lain juga telah menyatakan kesiapan untuk membentuk Bank Sentra Sampah sehingga sistem pengelolaan sampah di Kecamatan Bontoala semakin kuat dan terintegrasi,” ujar Fataullah.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman , jajaran Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Ketua TP PKK Kecamatan Bontoala, para lurah dan RT/TW se-Kecamatan Bontoala.

banner 1600x399

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *