banner 1080x600

Kepala Dinkes Makassar Dorong Peran Aktif Masyarakat Dalam Memutuskan DBD 

banner 120x600

Makassar, zona redaksi.id— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, bergerak cepat mengantisipasi ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kerap melonjak signifikan saat memasuki musim hujan.

Langkah strategis ini dilakukan melalui edukasi masif kepada masyarakat untuk menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus.

​Berdasarkan publikasi resmi dari akun sosial media Dinas Kesehatan Kota Makassar, penyakit DBD yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti masih menjadi ancaman kesehatan yang serius karena sifat berkembang biaknya yang cepat di genangan air sekitar pemukiman warga.

​Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, menegaskan bahwa peran aktif masyarakat di lingkungan rumah menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai penularan virus dengue ini.

​”Kami di Dinas Kesehatan terus berupaya maksimal melakukan pengawasan dan edukasi. Namun, pencegahan DBD yang paling efektif dan murah itu dimulai dari rumah kita sendiri. Nyawa keluarga kita taruhannya, jadi jangan tunggu ada kasus baru kita bergerak,” ujar dr. Nursaidah Sirajuddin saat dikonfirmasi mengenai komitmen Dinkes Makassar, Sabtu (27/6/26)

​Dinkes Kota Makassar merincikan kembali poin utama gerakan 3M Plus yang wajib diadopsi oleh seluruh keluarga di Kota Makassar.

​Menguras: Membersihkan wadah atau tempat penampungan air secara rutin minimal seminggu sekali.

​Menutup: Menutup rapat-rapat setiap tempat penampungan air agar tidak menjadi tempat nyamuk bertelur.

​Mengubur: Mengubur atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.

​Sementara itu, poin “Plus” yang sangat ditekankan oleh Dinkes meliputi penggunaan losion anti-nyamuk, pemasangan kawat kasa di jendela rumah, tidur menggunakan kelambu, menjaga kebersihan lingkungan, serta melakukan pemeriksaan jentik nyamuk secara berkala.

​Kenali Gejala dan Bahaya DBD

​Selain tindakan preventif, Dinkes Makassar mengimbau warga untuk mengenali gejala awal DBD agar penanganan medis tidak terlambat.

Gejala umum yang harus diwaspadai antara lain: ​Demam tinggi mendadak, ​Sakit kepala hebat, ​Nyeri otot dan sendi, serta ​Mual dan kelelahan ekstrem.

​”Jika muncul tanda bahaya seperti perdarahan (mimisan/bintik merah) atau muntah terus-menerus, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat seperti Puskesmas agar segera mendapat pertolongan medis,” pungkas Nursaidah.

​Melalui integrasi program “Makassar Sehat, Keluarga Hebat!”, Dinkes Makassar berharap, target bebas dari lonjakan kasus DBD di tahun ini dapat tercapai berkat kolaborasi erat antara pemerintah dan kesadaran mandiri warga Kota Makassar. (*)

Loading

banner 1600x399

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *