banner 1080x600
Berita  

Sulsel dan ANRI Bahas Penguatan Kearsipan, Khazanah Maritim Indonesia Diusulkan Hadir di Sulsel

banner 120x600

Jakarta,zona redaksi.id- Penguatan tata kelola arsip menjadi salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Kamis, 11 Juni 2026.

Rombongan Sulsel yang dipimpin Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Prof. Dr. Muhammad Jufri, M.Si., M.Psi., Psikolog diterima langsung Deputi Bidang Tata Kelola Kearsipan Nasional ANRI, Dr. Andi Abu Bakar, S.IP., M.Si.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah isu strategis mulai dari pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK), penguatan substansi dan nilai arsip, kebijakan serta regulasi kearsipan, hingga peningkatan kualitas layanan arsip di daerah.

Deputi Bidang Tata Kelola Kearsipan Nasional ANRI, Andi Abu Bakar juga memaparkan gagasan pengembangan Pusat Khazanah Maritim Indonesia yang direncanakan hadir di Sulawesi Selatan.

Pusat khazanah tersebut dirancang bukan sekadar menjadi tempat penyimpanan arsip, melainkan pusat dokumentasi, penelitian, pendidikan, dan pariwisata berbasis sejarah maritim Indonesia Timur.

Konsep yang ditawarkan ANRI mencakup pembangunan fasilitas dengan dukungan diorama dan berbagai media edukatif yang mampu menghadirkan pengalaman belajar sejarah secara lebih menarik dan interaktif bagi masyarakat.

Menurut Andi Abu Bakar, Sulawesi Selatan dinilai memiliki posisi strategis karena menyimpan banyak jejak sejarah dan peradaban maritim yang penting dalam perkembangan Indonesia Timur.

Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Muhammad Jufri, menyambut baik gagasan tersebut.

Menurutnya, keberadaan pusat khazanah maritim akan menjadi ruang pembelajaran yang bernilai bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu pusat sejarah maritim nasional.

“Kami sangat mengapresiasi berbagai gagasan dan arahan dari ANRI. Ini menjadi peluang besar bagi Sulawesi Selatan untuk semakin memperkuat ekosistem literasi sejarah, penelitian, dan pelestarian arsip sebagai bagian dari pembangunan berbasis pengetahuan,” ujar Jufri.

Dalam kesempatan itu, Andi Abu Bakar juga menegaskan pentingnya arsip dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun dunia usaha. Menurutnya, arsip merupakan instrumen penting yang menjadi dasar akuntabilitas dan keamanan administrasi suatu lembaga.

“Di sektor mana pun, baik pemerintahan, kementerian maupun swasta, ketika ada pengelolaan anggaran dan keuangan maka arsip menjadi kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan. Arsip inilah yang nantinya menjadi bukti, sumber informasi, sekaligus security bagi lembaga di masa depan,” ujarnya.

Karena itu, pengelolaan arsip yang baik tidak hanya berkaitan dengan penyimpanan dokumen, tetapi juga menjadi bagian dari tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Sementara itu, Kepala UPT Jasa Kearsipan Sulsel, Hj Mustaana, mengatakan koordinasi dengan ANRI menjadi langkah penting untuk memperkuat kualitas layanan kearsipan di daerah.

Menurutnya, pengelolaan arsip yang baik bukan hanya menjaga memori institusi, tetapi juga menjadi fondasi dalam mendukung pengambilan kebijakan dan pelayanan publik yang lebih berkualitas.

“Kami berharap sinergi dengan ANRI terus diperkuat sehingga pengelolaan arsip di Sulawesi Selatan semakin tertata, modern, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Mustaana.

Melalui koordinasi tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola kearsipan yang profesional dan berkelanjutan, sekaligus mendukung berbagai program pengembangan arsip sebagai sumber pengetahuan, sejarah, dan peradaban bangsa.

Loading

banner 1600x399

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *