Makassar, zona redaksi.id— Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman meninjau ketersediaan beras Gudang Bulog Sulselbar, di Makassar, Minggu, 5 maret 2026.
Andi Amran Sulaiman langsung berkeliling mengecek kondisi penyimpanan. Di dalam gudang, tumpukan karung beras tampak menggunung dan tersusun rapat hingga mendekati atap. Ia beberapa kali berhenti, mengamati langsung kualitas dan jumlah beras, sembari berdiskusi singkat dengan petugas di lapangan.
Peninjauan tidak berhenti di dalam gudang. Amran juga turun langsung ke area bongkar muat. Ia bahkan naik ke atas truk untuk memastikan langsung isi muatan yang baru datang. Dari atas kendaraan, ia membuka penutup dan melihat sendiri muatan tersebut memang berisi gabah.
Setelah itu, Amran bergerak menuju rice milling unit (RMU) untuk melihat proses pengolahan gabah menjadi beras. Di lokasi ini, ia kembali melakukan pengecekan dan sempat mengambil contoh beras
Ia mengungkapkan bahwa cadangan beras nasional saat ini telah mencapai sekitar 4,5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Bahkan kata dia, 10-20 hari kedepan stok beras akan mencapai 5 juta ton.
“Indonesia sekarang kurang lebih 4,5 juta ton. Ini tertinggi selama republik ini berdiri, jadi pangan tidak perlu diragukan. Ke depan, kemungkinan 10 sampai 20 hari sudah mencapai 5 juta ton. Pernah tidak kita dengar Indonesia punya stok beras 5 juta ton?” ujar Andi Amran
Ia menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil dari program prioritas pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong peningkatan produksi pangan secara cepat. Menurutnya, dalam waktu singkat, yakni sekitar satu tahun, produksi beras nasional berhasil meningkat signifikan
lonjakan produksi itu membuat kapasitas penyimpanan menjadi terbatas. Amran menyebut gudang pemerintah saat ini sudah penuh.
“Gudang kita sudah penuh, bahkan kita sampai ‘kepanasan’. Kapasitas gudang hanya 2–3 juta ton,” ungkapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah telah menyewa tambahan gudang sekitar 2 juta ton dan akan terus menambah kapasitas.
Ia memastikan kondisi di lapangan sesuai dengan laporan yang ada, bahkan telah melakukan pengecekan langsung hingga ke gudang-gudang penyimpanan.
“Kalau ada yang tidak percaya, silakan cek langsung. Kami sudah lihat sampai gudang paling belakang, semuanya penuh. Yang tidak percaya, silakan cek gudang di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Pimpinan Bulog Wilayah Sulselbar, Fahrurozi, menyebut stok Bulog Sulselbar mencapai 701 ribu ton data terbaru. Ia bilang, stok ini merupakan stok terbesar yang pernah ada di Bulog Sulselbar. Ia juga menyampaikan, stok sebanyak itu disebut mampu bertahan selama 10 bulan kedepan dan diklaim sangat aman.
“Kan penduduk Sulsel kurang lebih 9,5 juta jiwa, konsumsi per jiwa itu 140 kg per tahun, artinya rata-rata 80 ribu ton per bulan dengan jumlah penduduk 9,5 juta,” katanya
“Dengan angka itu, stok yang ada di Bulog Sulselbar saat ini bisa bertahan selama 10 bulan kedepan, dan itu sangat aman,” lanjut Fahrurozi. Ia mengatakan bahwa pada April ini, akan masuk musim panen raya di sejumlah daerah.
“Kita akan maksimalkan menyerap beras petani, dan ini tentu membuat kebutuhan pangan kita aman,” tegasnya.
Fahrurozi juga menyampaikan, tiap harinya Bulog menyalurkan beras SPHP sebanyak 200 ton dalam sehari di Sulsel.
















