banner 1080x600
Berita  

Bulog Sulselbar Sebut Stok Beras Aman Sampai 50 Bulan Kedepan 

banner 120x600

Makassar, zona redaksi.id— Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulsel-Sulbar) memastikan ketersediaan beras di Sulsel dalam kondisi sangat aman. Bahkan, stok beras yang dikuasai Bulog saat ini disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah.

Pimpinan Wilayah Bulog Sulsel–Sulbar, Fahrurozi, mengungkapkan stok beras yang tersedia per Jumat, 20 Februari 2026 mencapai 533 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 50 bulan ke depan.

“Untuk stok beras, kami sangat cukup. Saat ini ada 533 ribu ton. Ini aman sampai Lebaran tahun depan, bahkan bisa dikatakan hingga 50 bulan ke depan,” ujar Fahrurozi usai melakukan pemantauan pasar, di Pasar Terong, Makassar, Jumat, 20 Februari 2026. Panduan Kota & Daerah

Ia menegaskan, kondisi ini membuat Sulawesi Selatan berada dalam posisi yang aman dari potensi kelangkaan beras, termasuk menghadapi lonjakan permintaan saat Ramadan dan Idulfitri.

“Stok kami ini yang terbesar sepanjang sejarah. Jadi untuk Sulsel, beras sangat aman,” tegasnya.

Tak hanya beras, ketersediaan minyak goreng juga dipastikan dalam kondisi melimpah. Fahrurozi menyebut Bulog rutin mendapatkan pasokan MinyaKita setiap bulan dari produsen di Pasangkayu, Sulawesi Barat.

“Untuk minyak juga cukup melimpah. Setiap bulan kami mendapat suplai dari produsen MinyaKita di Pasangkayu,” jelas Fahrurozi.

Dengan stok yang terjaga dan pasokan yang berkelanjutan, Bulog memastikan siap mendukung stabilitas harga pangan serta menjaga ketahanan pangan masyarakat Sulsel, khususnya menjelang momentum hari besar keagamaan.

Sementara itu, ketersediaan beras di gudang Perum Bulog Kantor Cabang Makassar dipastikan aman untuk menghadapi Ramadan dan Idulfitri 2026. Hingga 18 Februari 2026, stok beras tercatat mencapai sekitar 48 ribu ton, jumlah yang cukup untuk menopang kebutuhan hingga dua tahun ke depan.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Makassar, Faris Sudirman, mengatakan stok tersebut masih berpotensi bertambah seiring masuknya masa panen di sejumlah daerah. Bulog, kata dia, siap menyerap gabah petani di wilayah kerja yang meliputi Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Maros, Takalar, dan Pangkajene Kepulauan (Pangkep).

“Dengan adanya panen di beberapa titik, otomatis kami akan melakukan penyerapan. Stok akan terus bertambah dan ketersediaan beras aman untuk menghadapi Ramadan dan Idulfitri,” ujar Faris kepada Herald Sulsel, Rabu, 18 Februari 2026. Kejahatan & Keadilan

Tak hanya beras, Bulog Cabang Makassar juga memastikan ketersediaan komoditas pangan strategis lainnya dalam kondisi aman. Untuk gula pasir, stok yang tersedia saat ini mencapai 161 ton, sementara minyak goreng tercatat sebanyak 70 ribu liter.

“Baik gula pasir maupun minyak goreng, semuanya tersedia. Kalau ada peningkatan permintaan, kami siap menambah stok,” jelas Faris.

Sebagai lembaga yang tidak hanya mengelola cadangan pangan, Bulog juga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas harga di masyarakat. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama Ramadan.

“Kami akan melakukan gerakan pangan murah bekerja sama dengan Pemda dan Pemprov Sulsel secara serentak di 24 kabupaten/kota. Tinggal menunggu jadwal, kemungkinan sudah mulai di pekan pertama Ramadan,” ungkapnya.

Melalui GPM, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga di bawah pasar. Selain itu, Bulog juga akan melakukan intervensi langsung di pasar-pasar untuk menekan potensi lonjakan harga.

“Selain dengan Pemda, kami juga bersinergi dengan TNI dan Polri. Gerakan pangan murah ini tidak hanya dilakukan saat Ramadan, tetapi intensitasnya akan lebih tinggi selama bulan suci,” pungkas Faris

banner 1600x399

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *