banner 1080x600
Berita  

DPPPA Makassar Menempatkan 2 Anak Pelaku Penculikan Bilqis di RPS

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Makassar, Ita Isdiana Anwar, mengatakan, selain melakukan pendampingan terhadap anak Bilqis, dua anak pelaku ini juga berada di bawah perlindungan DPPPA Makassar. Anak-anak berusia 9 dan 5 tahun itu ditampung di Rumah Perlindungan Sementara (RPS) setelah ibu mereka, pelaku utama, ditangkap pihak kepolisian.
banner 120x600

Makassar, zona redaksi.id- Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Makassar menempatkan anak pelaku kasus Bilqis di Rumah Perlindungan Sementara (RPS)

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Makassar, Ita Isdiana Anwar, mengatakan, selain melakukan pendampingan terhadap anak

Bilqis, dua anak pelaku ini juga berada di bawah perlindungan DPPPA Makassar. Anak-anak berusia 9 dan 5 tahun itu ditampung di Rumah Perlindungan Sementara (RPS) setelah ibu mereka, pelaku utama, ditangkap pihak kepolisian.

“Saat ibunya diamankan, tidak ada yang menjaga mereka. Pacar ibunya juga ikut ditangkap. Kami ambil dan tempatkan anak-anak di RPS,” ungkap Ita.

Kondisi dua anak tersebut cukup memprihatinkan. Mereka belum pernah mengenyam pendidikan formal dan menunjukkan perilaku agresif. Bahkan, salah satu di antaranya sempat merusak fasilitas rumah aman.

Lebih tragis lagi, anak perempuan berusia 9 tahun mengaku pernah mengalami pelecehan seksual oleh pamannya. Sang ibu sempat melaporkan kejadian itu ke polisi, namun justru diusir oleh keluarganya hingga hidup berpindah-pindah bersama anak-anaknya.

Dalam pengakuan yang mengejutkan, anak itu juga menyebut dua adiknya telah dijual oleh ibunya.

“Anak perempuan ini bilang, dia punya lima saudara. Dua di antaranya dijual ibunya. Tapi kami belum bisa memastikan karena belum ada bukti,” jelas Ita.

Lebih lanjut, Ita mengungkapkan, pelaku yang berasal dari Jambi mengaku telah menjual anak sebanyak delapan hingga sembilan kali. Dalam kasus Bilqis, sang pelaku disebut menjual anak seharga Rp30 juta, dan rencananya akan dijual kembali hingga Rp80 juta.

“Pelaku bilang banyak orang mencari anak untuk diadopsi. Jadi mereka menjual bayi-bayi itu. Ini sangat memprihatinkan,” tegas Ita.

Saat ini, seluruh anak di RPS mendapatkan pendampingan psikologis dan kegiatan belajar untuk mengembalikan rasa aman. Pendamping selalu mengawasi mereka agar tidak kembali mengalami trauma atau kekerasan.

Sebelumnya Seorang balita perempuan bernama Bilqis Ramadhani pertama kali dikabarkan hilang saat bermain di taman Pakui, Makassar, Sulawesi Selatan, ketika ayahnya tengah berolahraga tenis, Minggu (2/11).

Bilqis rupanya diculik dan dijual hingga berpindah-pindah tangan. Anak yang masih belia itu sempat dijual Rp3 juta ke seorang perempuan dari Jakarta, lalu dijual lagi ke orang berbeda Rp30 juta di Jambi, sampai akhirnya dijual lagi dengan harga Rp80 juta ke Suku Anak Dalam.

banner 1600x399

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *