banner 1080x600
Berita  

PLT Kadis Koperasi dan UKM Sulsel Dorong Peningkatan SDM KDKMP: Wujudkan Pertumbuhan ekonomi

banner 120x600

Makassar, zona redaksi.id- Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel telah menyelesaikan Penerbitan badan hukum koperasi merah putih sebanyak 3059 yang terdiri dari 2266 desa dan 793 kelurahan di 24 kab/kota se Sulawesi Selatan dengan presentase sebesar 100%.

Hal ini disampaikan Gubernur Provinsi Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman yang diwakili Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel, Andi Eka Prasetia saat pembukaan kegiatan percepatan pembentukan koperasi desa, kelurahan Merah Putih Provinsi Sulsel dan peningkatan Kompetensi SDM bagi pendamping KDKMP Provinsi Sulsel Tahun 2025 Dikampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar (27/10/25).

Kadis Koperasi dan UKM Sulsel, mengatakan, Pembentukan Koperasi desa/kelurahan merah putih merupakan Program nasional tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia melalui instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 Tentang Percepatan Pembentukan Koperasi desa/Kelurahan Merah Putih.

“Pembentukan Koperasi Merah Putih bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi, menurunkan angka kemiskinan, membuka lapangan kerja serta mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.”ujarnya

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah menyelesaikan Penerbitan badan hukum koperasi merah putih sebanyak 3059 yang terdiri dari 2266 desa dan 793 kelurahan di 24 kab/kota se Sulawesi Selatan dengan presentase sebesar 100%. Keberhasilan ini terlaksana atas kerja keras semua pihak terkait.

“Semua berkat kerja keras semua pihak baik satgas nasional, Provinsi dan kabupaten/kota, melalui kolaborasi Lintas sektor dari kementrian koordinator bidang pangan, kementrian koperasi, kementrian Hukum, kementrian desa, notaris, pendampingan intensif dari dinas koperasi dan UKM, dinas pemberdayaan desa, kepala OPD terkait, camat , lurah dan seluruh Kepala Desa.”kata Andi Eka

Ia menjelaskan, pembentukan kelembagaan koperasi merah putih menjadi tahapan awal terlaksananya program nasional yang selanjutnya telah masuk dalam tahapan kedua yakni mendorong operasionalisasi koperasi merah putih.

“Kita mulai dari peningkatan SDM pengurus Koperasi, penyusunan rencana usaha, pengurusan perizinan operasional, menjalankan unit-unit usaha, melibatkan warga sebagai anggota koperasi/ pemberian pelayanan koperasi, menjaga stabilitas usaha agar tetap berjalan , dan akan dievaluasi untuk dikembangkan lebih lanjut.”jelasnya.

Melalui dana Dekonsentrasi pemerintah bekerjasama dengan lembaga pendidikan di Sulawesi Selatan menyelenggarakan program peningkatan SDM pendidikan dan pelatihan pendamping koperasi merah putih sebagai salah satu upaya percepatan operasionalisasi usaha koperasi merah putih se sulawesi selatan, di sinilah peran pendamping koperasi menjadi sangat vital.

“Pendamping bukan sekadar fasilitator, tetapi juga agen perubahan yang akan mendorong koperasi merah putih agar koperasi dapat dikelola secara modern, transparan, dan berkelanjutan, Melalui kegiatan Diklat ini, saya berharap para pendamping dapat Meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam mendampingi koperasi, menguasai teknologi dan sistem informasi koperasi yang terkini khususnya memastikan seluruh koperasi dapat terdaftar pada SIMKOPDES, mampu mendampingi koperasi dalam Menyusun proposal bisnis dalam mengakses pembiayaan dan membangun kemitraan dengan BUMN, mampu mendampingi koperasi dalam membangun jejaring kerja sama antar koperasi dan pelaku usaha lokal, serta Menanamkan semangat nasionalisme ekonomi sesuai dengan semangat Merah Putih yakni semangat membangun dari desa untuk Indonesia yang lebih sejahtera dan berdaulat secara ekonomi.”tegasnya.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel mengapresiasi setinggi tingginya kepada Menteri Koperasi atas dukungan anggaran yg diberikan kepada pemerintah Provinsi Sulawesi selatan dalam menjalankan dan menyasar 930 peningkatan SDM bagi pendamping koperasi merah putih.

“Kami juga sampaikan terimakasih kepada Pimpinan lembaga pendidikan Bapak Rektor Universitas Hasanuddin, Rektor Universitas Islam Negeri, dan Ketua STIE AMKOP yang telah menyediakan ruang belajar sebagai lokasi pelaksanaan bagi ratusan pendamping koperasi kolaborasi ini menjadi semangat dalam mendorong percepatan operasionalisasi koperasi desa/kelurahan merah putih agar pengembangan koperasi ini bermuara dalam membangun ekonomi desa dari, oleh, dan untuk masyarakat,”urainya.

Ia menambahkan Koperasi adalah alat perjuangan ekonomi rakyat. Di tengah tantangan global dan persaingan ekonomi yang kian ketat, koperasi menjadi benteng yang menjaga kekuatan ekonomi masyarakat kecil.

“Dan di sinilah peran penting kolaborasi kita semua dalam mendorong percepatan operasionalisasi Koperasi desa/kelurahan merah putih, Koperasi Desa Merah Putih akan tumbuh menjadi contoh koperasi yang maju dan mandiri. koperasi ini tidak hanya sekadar berjalan, tetapi berlari, melompat, dan memberi manfaat nyata bagi anggota dan desa secara luas, tentu banyak tantangan yang kita hadapi bersama dalam mendorong operasionalisasi koperasi merah putih untuk itu semoga kegiatan ini dapat memberikan Solusi atas setiap hambatan dalam pengembangan operasionalisasi koperasi,”pungkasnya.

 

banner 1600x399

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *